Detail Cantuman

Image of PENGARUH TEKNIK MENGUNYAH MENGGUNAKAN PERMEN KARET TERHADAP KEJADIAN MUKOSITIS PADA PASIEN KEMOTERAPI DI RUANGAN ASNAWATI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG

Text  

PENGARUH TEKNIK MENGUNYAH MENGGUNAKAN PERMEN KARET TERHADAP KEJADIAN MUKOSITIS PADA PASIEN KEMOTERAPI DI RUANGAN ASNAWATI RUMAH SAKIT HASAN SADIKIN BANDUNG


Mukositis merupakan inflamasi dan ulserasi pada membrane mukosa oral
akibat kemoterapi dan menjadi masalah serius bagi pasien kanker yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007975610.73 Her p/R.22.102.1Perpustakaan Pusat (REF.22.102.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Her p/R.22.102.1
    Penerbit Fakultas Keperawatan Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 78 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Her p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Mukositis merupakan inflamasi dan ulserasi pada membrane mukosa oral
    akibat kemoterapi dan menjadi masalah serius bagi pasien kanker yang menjalani
    kemoterapi. Penanganan mukositis saat ini lebih banyak dikembangkan berfokus
    pada pengobatan bukan pencegahan sehingga menjadi penting meneliti terapi
    dengan konsep pencegahan. Teknik mengunyah menggunakan permen karet
    menjadi pilihan terapi yang berpotensi mencegah terjadinya mukositis akibat
    kemoterapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik
    mengunyah menggunakan permen karet terhadap pencegahan kejadian
    mukositis pada pasien yang menjalani kemoterapi di Ruangan Asnawati
    Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

    Penelitian quasi experiment dengan desain pre- posttest without control ini
    melibatkan 30 pasien kanker dari populasi 75 orang pasien yang menjalani
    kemoterapi yang direkrut melalui consecutive sampling. Kejadian mukositis
    diukur menggunakan instrumen Oral Assesment Guide (OAG) sebelum perlakuan
    (hari ke-I) dan sesudah perlakuan (hari ke-6). Data yang terkumpul dianalisis
    secara deskriptif dan inferensial dengan kemaknaan p-value 0,05.

    Hasil penelitian menemukan bahwa nilai median skor mukositis pre- post
    test tidak ada perbedaan (8-8) tetapi nilai maximum post test skor mukositis
    mengalami peningkatan (10). Hasil uji statistik Wilcoxon pre-posttest menemukan
    p-value 0,102 (>0,05), artinya tidak terdapat perbedaan skor mukositis pre­
    posttest secara signifikan yang menunjukkan bahwa kejadian mukositis setelah
    perlakuan tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan sebelum
    perlakuan.

    Aktivitas mengunyah dengan menggunakan perm en karet menstimulasi
    saraf parasimpatis sehingga terjadi dilatasi pembuluh darah pada kelenjar saliva
    yang mengalirkan saliva maka proses perlindungan mukosa akan meningkat, dan
    dapat mencegah penurunan kondisi mukosa oral.

    Dapat disimpulkan bahwa teknik mengunyah perrmen karet memiliki
    kecenderungan dalam mencegah peningkatan skor mukositis oral pada pasien
    yang menjalani kemoterapi di Ruangan Asnawati Rumah Sakit Hasan Sadikin
    Bandung. Pihak rumah sakit dapat mempertimbangkan teknik mengunyah permen
    karet sebagai bahan kajian dalam tindakan keperawatan pasien yang menjalani
    kemoterapi sebagai upaya pencegahan peningkatan skor mukositis dan untuk
    meningkatkan kualitas hidup.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi