Detail Cantuman

Image of THE CANDIDATES BELIEFS IN 2016 U.S PRESIDENTIAL ELECTION DEBATE THROUGH PRESUPPOSITION: A PRAGMATIC DISCOURSE STUDY

Text  

THE CANDIDATES BELIEFS IN 2016 U.S PRESIDENTIAL ELECTION DEBATE THROUGH PRESUPPOSITION: A PRAGMATIC DISCOURSE STUDY


Penelitian ini berjudul 'The Candidates' Beliefs in 2016 D.S Presidential
Election Debate through Presupposition : A Pragmatic Discourse ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007978421 Aya t/R.18.203.3Perpustakaan Pusat (REF.18.203.3)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    421 Aya t/R.18.203.3
    Penerbit Fakultas Ilmu Budaya Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 102 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    421 Aya t
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini berjudul 'The Candidates' Beliefs in 2016 D.S Presidential
    Election Debate through Presupposition : A Pragmatic Discourse Study".
    Penelitian int bertujuan untuk mendeskripsikan dan menyajikan jenis pra­
    anggapan dan kepercayaan setiap kandidat. Penelitian ini menggunakan metode
    deskriptifkualitatif; Peneliti memilih teknik analisis dokumen dalam menganalisis
    data. Penelitian ini menggunakan teori presuposisi dari Yule (1996) dan teori
    tentang kepecayaan berdasarkan Van Dijk (1998). Hasil analisis menunjukkan
    terdapat enam jenis presuposisi seperti: Eksistensi, Fakta, Leksikal, Struktural,
    Non-Fakta dan Konter Fakta. Saat menyampaikan keyakinan mereka, kedua
    kandidat menggunakan konteks, koherensi dan juga kohesif. Keyakinan kandidat
    pertama, Hillary Clinton yaitu dia menunjukkan kepercayaan personalnya karena
    dia tahu segalanya bagaimana menjadi presiden, bagaimana cara memimpin
    negara dan bagaimana cara bekerja dengan negaranya. Hillary menggunakan
    nama Presiden Obama untuk memperkuat kepercayaannya bahwa semua orang
    lebih percaya padanya karena dia menyajikan fakta sesuai dengan situasi aktual.
    Sementara, kandidat kedua, Donald Trump menyajikan kepercayaan sosialnya
    karena dia mengeksplorasi apa yang terjadi pada negara mereka, termasuk krisis
    keuangan terbesar. Donald memuji usahanya sendiri karena telah menghasilkan
    akta kelahiran untuk presiden. Selain itu, Donald juga mengklaim bahwa Hillary
    yang memiliki pengalaman tidak begitu baik sebagai sekretaris negara dalam
    memimpin negara ini dan terbukti dari fenomena terse but, banyak kegagalan
    yang dilakukan oleh pemerintah sekarang yang membuat kerugian bagi negara
    terse but.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi