Detail Cantuman

Image of Rancangan pelatihan komunikasi intim untuk meningkatkan kemampuan komunikasi intim pada pasangan dengan usia pernikahan 0-2 tahun

Text  

Rancangan pelatihan komunikasi intim untuk meningkatkan kemampuan komunikasi intim pada pasangan dengan usia pernikahan 0-2 tahun


Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi
intim pasangan dengan usia pemikahan 0-2 tabun. Berdasarkan hasil asesmen ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007980155.6 Rim r/R.19.136.4Perpustakaan Pusat (REF.19.136.4)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.6 Rim r/R.19.136.4
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 250 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.6 Rim r
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi
    intim pasangan dengan usia pemikahan 0-2 tabun. Berdasarkan hasil asesmen
    awal, di tabui bahwa pasangan menikah masih belum emiliki kemampuan
    komunikasi intim yang baik, terlihat dari keempat dimensi munikasi intim yang
    masih belum dipenuhi dengan baik, yaitu dimensi sharing the self, affirming the
    other, becoming one, dan transcending one. Kurangnya kemampuan komunikasi
    intim diantara pasangan dapat menurunkan keharmonisan diantara pasangan,
    hingga berakibat pada adanya perceraian. Berdasarkan hal terse but, peneliti
    tertarik untuk membuat rancangan pelatihan komunikasi intim untuk
    meningkatkan kemampuan komunikasi intim pasangan dengan usia pemikahan
    0-2 tahun.

    Kegiatan pelatihan dilakukan dalam 3 tahapan, yaitu (1) Studi
    pendahuluan yaitu saat melakukan asesmen, identifikasi masalah, dan peninjauan
    secara teoritis; (2) Perancangan pelatihan menggunakan pendekatan experiential
    learning; dan (3) Uji coba pelatihan untuk melakukan evaluasi terhadap
    rancangan pelatihan. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental
    dengan desain one group pretest-posttest untuk melihat peningkatan kemampuan
    komunikasi intim pasangan dengan usia pemikahan 0-2 tahun sebelum dan setelah
    dilakukan pelatihan. Subjek dalam uji coba pelatihan ini a lah 3 pasangan (6
    partisipan). Penelitian ini menggunakan 3 alat ukur, yaitu esioner, wawancara,
    dan observasi pada setiap partisipan di seluruh pasangan. Pengolahan data hasil
    kuesioner dilakukan dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon, sedangkan
    pengolahan hasil wawancara dan observasi dilakukan melalui analisis deskriptif.

    Hasil pengujian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan
    komunikasi intim pada ketiga pasangan (6 partisipan), yang terlihat dari hasil skor
    kuesioner sebelum dan setelah pelatihan, serta hasil analisis deskriptif dari
    wawancara dan observasi mengenai keempat dimensi komunikasi intim. Evaluasi
    rancangan pelatihan juga menunjukka bahwa modul pelatihan dapat diterapkan
    dengan baik pada ketiga pasangan. 0 eh karena itu, dapat disimpulkan b wa
    rancangan pelatihan komunikasi intim dapat meningkatkan kemamp
    komunikasi intim ketiga pasangan dengan usia pernikahan 0-2 tabun.

    Beberapa hal yang teridentifikasi dapat meningkatkan kemampuan
    komunikasi intim adalah kesesuaian materi pelatihan dengan permasalahan yang
    dihadapi oleh pasangan sehingga materinya menjadi lebih menarik, metode
    experiential learning yang memberikan insight, dorongan partisipan untuk
    berubah dan memperbaiki kemampuan komunikasi intim yang dimiliki, sikap
    antusias partisipan untuk mengikuti pelatihan, serta keaktifan partisipan selama
    proses pelatihan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi