Detail Cantuman

Image of Pengaruh Hasil Polling Terhadap Pembentukan Opini Pemilih Pemula (Studi Kasus Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Putaran Pertama Tahun 2017)

Text  

Pengaruh Hasil Polling Terhadap Pembentukan Opini Pemilih Pemula (Studi Kasus Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta Putaran Pertama Tahun 2017)


Refonnasi tidak dapat dipungkiri menjadi kran pembuka demokratisasi di
Indonesia. Dalam konteks yang lebih esensial, demokrasi menuntut ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007982324.6 Dya p/R.17.83.4Perpustakaan Pusat (REF.17.83.4)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    324.6 Dya p/R.17.83.4
    Penerbit Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 106 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    324.6
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Refonnasi tidak dapat dipungkiri menjadi kran pembuka demokratisasi di
    Indonesia. Dalam konteks yang lebih esensial, demokrasi menuntut adanya
    kesempatan kepada rakyat untuk berpartisipasi di dalam semua proses politik.
    Menjadi sangat menarik, saat partisipasi politik yang pada awalnya hanya berada
    dalam skala subyektif individu, saat ini hasilnya dapat berpengaruh terhadap suatu
    isu politik. Opini publik menjadi barometer aspirasi masyarakat yang dapat
    menjadi kekuatan dalam pengambilan keputusan berdasarkan perilaku dan
    preferensi jutaan warga yang memiliki hak suara.

    Polling menjadi sebuah wahana penyaluran ekspresi opini publik. Polling
    dengan mudah dapat mengukur pemikiran yang berkembang di masyarakat.
    Pollinh menjadi sangat penting saat terjadi kontestasi dalam Pemilihan Umum
    karena polling dapat memetakan kekuatan dan peluang para kandidat. PrediksiĀ­
    prediksi yang diberikan menjadikan aktivitas politik semakin menarik.

    Hal ini pula yang dirasakan oleh para pemilih, terutama pada segmentasi
    pemilih pemula. Pemilih pemula minim atas pengalaman dan pemahaman politik
    dalam Pemilihan Umum menjadi tertarik untuk turut memberikan hak suaranya.
    Secara kuantitatif, jumlah pemilih pemula tidak dapat diabaikan. Kesempatan
    inilah yang ditangkap oleh lembaga penyelenggara polling. Lembaga polling aktif
    me-release hasil polling untuk menaikkan elektabilitas kandidatnya dengan
    menggunakan strategi bandwagon effect.

    Fenomena inilah yang menarik perhatian peneliti, dimana pene1itian ini
    bertujuan untuk mengetahui apakah hasil polling dapat memberikan pengaruh
    terhadap pembentukan opini pemilih pemula dalam Pemilihan Gubernur dan
    Wakil Gubemur Provinsi OK! Jakarta Putaran Pertama Tahun 2017.

    Untuk menje1askan hal diatas, pendekatan kuantitatif dianggap paling tepat.

    Dengan menggunakan instrumen kuesioner yang diberikan kepada 218 responden
    melalui teknik penarikan sampe1 proportionate random sampling dan melalui
    analisis regresi linear sederhana dengan variabel X (hasil polling) dan variabe1 Y
    (Opini pemilih pemula) dihasilkan bahwa terdapat pengaruh hasil polling terhadap
    pembentukan opini pemilih pemula dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil
    Gubernur Provinsi OK! Jakarta Putaran Pertama Tahun 2017. Pengaruh yang
    diberikan sebesar 30,5% atau sesuai dengan interpretasi koefisien determinasi
    bersifat rendah, sedangkan 69,5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak
    diteliti.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi