Detail Cantuman

Image of INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU (STUDI KASUS SEKRETARIAT BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT PADA PEMILU TAHUN 2014)

Text  

INTEGRITAS PENYELENGGARA PEMILU (STUDI KASUS SEKRETARIAT BADAN PENGAWAS PEMILIHAN UMUM PROVINSI JAWA BARAT PADA PEMILU TAHUN 2014)


Penyelenggaraan Pemilu sebagai sarana pergantian kekuasaan dan pesta demokrasi
rakyat diharapkan sekali menjadi jalan dalam memperoleh ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007983324.6 And i/R.17.83.3Perpustakaan Pusat (REF.17.83.3)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    324.6 And i/R.17.83.3
    Penerbit Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    viii, 120 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    324.6
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penyelenggaraan Pemilu sebagai sarana pergantian kekuasaan dan pesta demokrasi
    rakyat diharapkan sekali menjadi jalan dalam memperoleh pemimpin yang mampu membawa
    kesejahteraan pada rakyat. Dengan Pemilu yang berintegitas sesuai azas - azas pemilu yang
    tertuang dalam undang - undang serta pelaksanaan pemilu yang damai, jujur dan bermartabat
    lento membuat rakyat menjadi percaya pada hasil pemilu terse but dan memperkuat legitimasi
    rakyat terhadap hasilnya. Riset ini berusaha menjawab bagaimana Penyelenggaraan pemilu yang
    berintegritas dan berkualitas tentu saja sangat dipengaruhi oleh penyelenggara pemilu yang tentu
    saja beriBtegritas dan berkualitas.

    Metodologi yang dipakai dalam penelitian ini ialah dengan metode kualitatif dengan
    teknik pengumpulan data menggunakan wawancara narasumber serta pengumpulan data yang
    berkaitan dengan penelitian ini.sedangkan validasi data menggunakan triangulasi sumber dengan
    membandingkan data dari berbagai hasil yang didapat dari penelitian. Proses pengumpulan data
    mengambil langsung dari sumber kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Jawa
    Barat.

    Hasil Analisa peneliti ialah Penyelenggara pemilu yang berintegritas yang bisa diukur
    melalui beberapa faktor yang coba ditekiti dalam penelitian ini antara lain : 1) Independen, yang
    menunjukan obyek penelitian yaitu, sekretariat penyelenggara pemilu melaksanakan tugas tanpa
    dipengaruhi oleh pihak manapun apalagi dari peserta pemilu. 2) Efisien,dapat diartikan
    sekretariat penyelenggara pemilu yang dite1iti dinilai mampu bekerja sesuai dengan aturan ayng
    berlaku serta menggunakan segala sumberdaya secara tepat, 3 )Imparsial, diartikan dalam
    pelaksanaan kerja penyelenggara pemilu haruslah berada dalam po si si ditengah, tidak berat
    sebelah pada salah satu peserta. 4)Profesional, dalam melakasanakan tugasnya, penyelenggara
    pemilu bekerja secara baik dalam melayani para pemangku kepentingan dalam pemilu, bekerja
    sesuai regulasi dan memang yang sudah diberikan mandatnya pada penyelenggara pemilu. dan 5)
    Transparan, diartikan bahwa penyelenggara pemilu bersifat terbuka dalam memberikan
    informasi baik pada masyarakat maupun para pemangku kepentingan. Kelima hal ini angat
    pentiog dan dapat memperlihatkan bahwa penyelenggara pemilu bisa diebut berintegritas atau
    tidak.

    Bawaslu mempunyai cabang permanen sampa pada tingkat provinsi, dan diantara cabang
    - cabang itu provinsi Jawa Barat memperoleh penghargaan sebagai sekretariat terbaik: dalam
    acara Bawaslu award pada tahun 2015 ketika setahun setelah Pemilu T un 2014. Setelah
    melakukan penelitian, ditemukan hasil yang menunjukan keberhasilan ekretariat Bawaslu

    ovinsi Jawa Barat menjaga integritasnya sebagai penyelenggara pemilu dengan temuan ­
    t uan yang menunjukan ada upaya para pimpinan membentuk sekretariat yang memiliki
    p sip sebagai penyelenggara pemilu yang berintegritas.

    Se etariat Bawaslu Provinsi Jawa Barat sete1ah ditelusuri kiprahnya sebag i penyelenggara
    pemil pada pemilihan umum tahun 2014 menunjukan sebagai penyelenggara pemilu yang
    be menjaga integritasnya dan perlu dijadikan contoh untuk sekretariat penyelenggara
    pemilu innya. Penelitian lanjutan mengenai penyelenggara pemilu berintegritas kedepannya
    perlu ditalrukan kembaIi untuk Iebih menggali sesuatu yang bisa menambah kekakyaan ilmu
    politik terutama studi tentang tata kelola pemilu.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi