Text
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Penyandang Talasemia Mayor Usia Sekolah Di RSUD Kabupaten Sumedang
Talasemia mayor merupakan penyakit kronis terbanyak pada anak di
Indonesia. Penyandang tal asemia mayor anak memerlukan transfusi darah dan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007986 610.73 Lil a/R.22.130.1 Perpustakaan Pusat (REF.22.130.1) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 610.73 Lil a/R.22.130.1Penerbit Fakultas Keperawatan Unpad : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xvi, 128 hlm. ; ill. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 610.73Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab LILIS LUSIANI -
Talasemia mayor merupakan penyakit kronis terbanyak pada anak di
Indonesia. Penyandang tal asemia mayor anak memerlukan transfusi darah dan
pengobatan yang terus menerus agar dapat mempertahankan pertumbuhan yang
normal. Akibat penyakit dan pengobatan yang terus menerus menimbulkan
dampak terhadap anak, baik secara fisik, psikologis maupun sosial yang
berpengaruh terhadap kualitas hidupnya. Kualitas hidup anak penyandang
talasemia mayor dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik eksternal maupun internal.
Namun beberapa penelitian sebelumnya masih menunjukkan hal-hal yang
kontradiktif. Tujuan penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan
dengan kualitas hidup penyandang talasemia mayor usia sekolah di RSUD
Kabupaten Sumedang.
Desain penelitian ini adalah anaIitik korelasional dengan pendekatan cross
sectional. Populasi pada penelitian ini adalah penyandang talasemia usia sekolah.
Sampel penelitian berjumlah 55 orang yang diambil dengan teknik total sampling.
Pengumpulan data kualitas hidup anak menggunakan instrumen PedsQL generik
core scale. Faktor-faktor yang diteliti adalah kadar Hb pratransfusi, frekuensi
transfusi, status gizi, dukungan keluarga, dukungan teman sebaya dan kepatuhan
minum obat kelasi besi. Data dianalisis secara bivariat dengan menggunakan Uji
Korelasi Pearson dan Spearman. Selanjutnya dianalisis secara multivariat
menggunakan regresi linier berganda untuk menentukan faktor yang paling
berhubungan dengan kualitas hidup anak.
Hasil penelitian menunjukkan rerata kualitas hidup penyandang tal asemia
mayor usia sekolah sebesar 66,54±12,85. Terdapat hubungan yang bermakna
antara kualitas hidup dengan kadar Hb pratransfusi (p=O,018, u=O,05), frekuensi
transfusi (p=O,OOO, u=O,05), status gizi (p=O,OOO, u=O,05), dukungan keluarga
(p=O,004, u=O,05), dukungan teman sebaya (p=O,OOO,u=O,05) dan kepatuhan
minum obat kelasi besi (p=O,016 dan u=O,05). Kesimpulan penelitian ini bahwa
frekuensi transfusi merupakan faktor yang paling berhubungan dengan kualitas
hidup anak penyandang talasernia mayor usia sekolah. Berdasarkan hasil
penelitian tersebut implikasi keperawatan yang dapat diterapkan adalah
penjadwalan transfusi yang efektif, mengoptimalkan dukungan keluarga dan
teman sebaya, serta memberikan edukasi yang adekuat untuk meningkatkan
kepatuhan minum obat kelasi besi. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






