Text
KONFLIK TENURIAL DALAM KONSERVASI SUMBERDAYA ALAM : POLITICAL ECOLOGY PERSPECTIVE (Studi Kasus : Konflik Tenurial di Kawasan Hutan Daerah Kiara Payung (KHDK) Desa Sindangsari Kecamatan Sukasari Kabupa
KONFLIK TENURIAL DALAM KONSERV ASI SUMBERDAYA ALAM :
POLITICAL ECOLOGY PERSPECTWE
(Studi Kasus : Konflik Tenurial di ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007935 577 Ama k/R.25.234.3 Perpustakaan Pusat (REF.234.3) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 577 Ama k/R.25.234.3Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xii, 193 hlm. ; il. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 577 Ama kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab Amanda Heptiyanggit -
KONFLIK TENURIAL DALAM KONSERV ASI SUMBERDAYA ALAM :
POLITICAL ECOLOGY PERSPECTWE
(Studi Kasus : Konflik Tenurial di Kawasan Hutan Daerah Kiara Payung
(KHDK) Desa Sindangsari Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang
ditinjau dari perspektif Ekologi Politik)
ABSTRAK
Konflik dalam kehutanan sering terjadi, khususnya di daerah konservasi
Perubahan alih fungsi lahan dari perkebunan karet menjadi kawasan hut
berfungsi lindung dari ketetapan Gubemur untuk Kawasan Hutan Daerah Kiara
Payung memicu konflik tenurial terjadi. Konflik Tenurial terjadi dikarenakan
masyarakat Desa Sindangsari memanfaatkan lahan di KHDK dan mengklaim
lahan garapannya adalah tanah ulayat yang sudah di ariskan secara turun
temurun. Juga, terdapat praktik sewa dan jual beli lahan di kawasan KHD .
Ketetapan ini terdapat perbedaan yang mendasar antara Pemerintah dengan
masyarakat menjadikan konflik tenurial terns berlangsung, terlebih penggarap
tetap menanami tanaman tembakau pada lahan yang akan direhabilitasi. Hal
tersebut diatas menjadi latar belakang am penelitian ini. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui bagaimana f or-faktor yang menyebabkan terjadinya
konflik tenurial dalam pengelolaan dan pemanfaatan SDA di daerah konservasi
dengan pendekatan pe pektif ekologi politik. Penelitian ini bersifat deskriptif
yang menggabungkan metode kualitatif dan kuantitatif untuk mengetahui
bagaimana faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya konflik tenurial dalam
pengelolaan dan pemanfaatan SDA di daerah konservasi dengan endekatan
perspektif ekologi politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ko ik terjadi
dikarenakan masing-masing aktor memiliki akses yang dapat mereka g:unakan
sebagai "senjata" dalam pengelolaan dan memanfaatkan sumber daya alam di -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






