<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55978">
 <titleInfo>
  <title>PENGARUH PEMBERDAYAAN (EMPOWERING) KELOMPOK REMAJA AKHIR MELALUI PENDEKATAN PERENCANAAN KONTIJENSI DALAM MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN REMAJA TERHADAP ANCAMAN KEMATIAN AKIBAT BENCANA DI KABUPATEN GARUT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Sehabudin Salasa</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Keperawatan Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv, 96 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Garut merupakan daerah paling rawan terhadap aneaman beneana alam di Indonesia &#13;
yang mengakibatkan korban luka-luka maupun korban jiwa. Belum terlihatnya sikap &#13;
proaktif individu dalam kesiapsiagaan beneana menambah aneaman kematian &#13;
terhadap kelompok rentan dimasyarakat, sehingga perlunya pemberdayaan kelompok &#13;
remaja yang berpotensi memiliki kesiapsiagaan terhadap aneaman kematian akibat &#13;
bencana serta dapat melakukan proses pendampingan terhadap kelompok rentan. &#13;
Proses perkembangan intelektual remaja menunjang remaja untuk memiliki resiliensi &#13;
yang baik terhadap beneana. pemberdayaan remaja dengan pelatihan melalui &#13;
pendekatan pereneanaan kontijensi sangat diperlukan untuk meningkatkan &#13;
kesiapsiagaan terhadap aneaman kematian akibat beneana. &#13;
&#13;
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberdayaan (empowering) kelompok &#13;
remaja akhir melalui pendekatan pereneanaan kontijensi dalam meningkatkan &#13;
kesiapsiagaan remaja terhadap aneaman kematian akibat beneana. &#13;
&#13;
Penelitian menggunakan metoda quasi-experimental design dengan pendekatan &#13;
rancangan one group pre-post test design. Populasi penelitian merupakan pelajar &#13;
SMK diwilayah yang memiliki ancaman beneana. JumIah sampel sebanyak 33 &#13;
responden dengan teknik proporsional random sampling dari 4 sekolah yang ada di &#13;
zona merah. Data dianalisis menggunakan, tendensi sentral untuk analisis univariat, t­ &#13;
test dependent dengan tingkat kepereayaan 95% untuk melihat pengaruh dari &#13;
intervensi, serta menggunakan uji regresi linier ganda untuk menganalisis faktor &#13;
mana yang paling berpengaruh terhadap kesiapsiagaan. &#13;
&#13;
Terdapat pengaruh pemberdayaan melalui pendekatan pereneanaan kontijensi dapat &#13;
meningkatkan upaya kesiapsiagaan dengan nilai a (0.000). Peningkatan rerata &#13;
(36,67%) didapatkan pada faktor yang mengawali kesiapsiagaan, diantaranya dilihat &#13;
dari persepsi terhadap resiko, kewaspadaan terhadap ancaman, serta penurunan &#13;
kecemasan. Faktor tersebut menstimulasi terbentuknya niat melakukan kesiapsiagaan &#13;
dengan peningkatan (43,33%), bahkan meningkatkan upaya perencanaan &#13;
kesiapsiagaan belle ana sebesar (42,00%) sebelum dan setelah intervensi. Ketiga &#13;
faktor terse but saling berkaitan dan faktor pembentukan niat melakukan &#13;
kesiapsiagaan menjadi faktor yang sangat berpengaruh terhadap kesiapsiagaan &#13;
dengan nilai ~ (0,531) &#13;
&#13;
Penelitian dapat disimpulkan bahwa proses pemberdayaan melalui pendekatan &#13;
perencanaan kontijensi mampu meningkatkan kesiapsiagaan remaja akhir terhadap &#13;
ancaman kematian akibat beneana. Sehingga perlu kajian mengenai keberlangsungan &#13;
pendekatan ini seeara praktis oleh remaja serta apakah dapat menunjang dalam &#13;
sebuah sistem penanggulangan kegawatdaruratan terpadu.</note>
 <note type="statement of responsibility">Sehabudin Salasa</note>
 <subject authority="">
  <topic>kesiapsiagaan remaja, pereneanaan kontijensi, pemb</topic>
 </subject>
 <classification>610.73 Seh p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>610.73 Seh p/R.22.218.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007941</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.22.218.1)</sublocation>
    <shelfLocator>610.73 Seh p/R.22.218.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>55978</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-31 10:04:38</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-16 10:00:35</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>