<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55977">
 <titleInfo>
  <title>PERAN ORGANISASI INTERNASIONAL UNTUK MIGRASI (IOM) DALAM PENANGGULANGAN PERDAGANGAN MANUSIA DI INDONESIA (2010-2015)</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Henike Primawanti</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>ix, 134 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Perdagangan manusia merupakan salah satu bentuk tindakan kriminal &#13;
transnasional terbesar abad ke-21. Fenomena ini didukung oleh berkembangnya &#13;
arus teknologi informasi dan komunikasi serta semakin mudahnya migrasi &#13;
penduduk, baik antarwilayah dalam satu negara maupun lintas batas negara. &#13;
Seiring dengan meningkatnya permasalahan di dalam hubungan intemasional, &#13;
maka semakin mengemuka pula peran aktor nonnegara karena terdapat &#13;
keterbatasan peran negara di dalam menanggulangi permasalahan perdagangan &#13;
manusia. Salah satu aktor nonnegara yang hirau terhadap permasalahan migrasi &#13;
yaitu International Organization for Migration (I0M) yang rnerupakan salah satu &#13;
bentuk dari organisasi intemasional antarpemerintah. &#13;
&#13;
Penelitian ini secara khusus ditujukan untuk mendeskripsikan pemahaman &#13;
mengenai peran dari Organisasi Intemasional untuk Migrasi dalam &#13;
penanggulangan perdagangan manusia di Indonesia, penelitian ini diharapkan &#13;
dapat memberikan kontribusi pada studi Hubungan Intemasional di Indonesia &#13;
khususnya mengenai peran dari organisasi intemasional antarpemerintah dan &#13;
konsep keamanan manusia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian &#13;
kualitatif melalui penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Penelitian lapangan &#13;
dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam kepada informan yang &#13;
kompeten terhadap fenomena yang diangkat. Dalam studi kepustakaan, data dan &#13;
informasi dikumpulkan dan dianalisis untuk memahami fenomena yang dikaji. &#13;
&#13;
Di dalam penelitian ini, Peneliti menemukan bahwa fenomena perdagangan &#13;
manusia semakin berkembang di Indonesia. Hal ini dikarenakan berbagai faktor &#13;
pendukung seperti kemiskinan, tingkat pendidikan yang rendah, dan nilai-nilai &#13;
budaya permisif yang berkembang di masyarakat. Permintaan akan tenaga kerja &#13;
Indonesia di luar negeri turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan &#13;
praktek perdagangan manusia di Indonesia. Konsep keamanan manusia &#13;
mendapatkan relevansinya ketika konsep ini diuji untuk melihat fenomena &#13;
perdagangan manusia di Indonesia. Bagi pemerintah Indonesia, hirauan terhadap &#13;
konsep keamanan manusia sudah seyogianya mendapatkan perhatian mendalam &#13;
seiring dengan berkembangnya hirauan global terhadap prinsip Tujuan &#13;
Pembangunan yang Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil pembahasan dan analisis data dalam penelitian ini, maka &#13;
dapat disimpulkan bahwa Organisasi Intemasional untuk Migrasi (I0M) &#13;
menjalankan fungsinya sebagai organisasi intemasional, yaitu fungsi artikulasi &#13;
dan agregasi, mempromosikan norma, rekruitmen, sosialisasi, dan fungsi &#13;
informasi. Berdasarkan fungsi-fungsi tersebut, IOM menjalankan perannya di &#13;
dalam penanggulangan perdagangan manusia di Indonesia. Dari ketiga peran yang &#13;
dijabarkan oleh Archer, IOM memiliki kecenderungan untuk berperan sebagai &#13;
aktor independen di dalam penanggulangan perdagangan manusia, diantaranya &#13;
yaitu peran IOM sebagai aktor dalam Pencegahan, Penegakkan Hukum, dan &#13;
Perlindungan Korban perdagangan manusia di Indonesia.</note>
 <note type="statement of responsibility">Henike Primawanti</note>
 <subject authority="">
  <topic>Peran, International Organisation for Migration, O</topic>
 </subject>
 <classification>327 Hen p</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>327 Hen p/R.17.92.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007942</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.92.1)</sublocation>
    <shelfLocator>327 Hen p/R.17.92.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>55977</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-31 10:01:47</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-17 10:06:21</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>