Detail Cantuman

Image of Naskah Wawacan Dewa Ruci (Suntingan Teks dan Kajian Isi)

Text  

Naskah Wawacan Dewa Ruci (Suntingan Teks dan Kajian Isi)


Naskah (manuscript) merupakan salah satu sumber primer dalam
penelitian humaniora, dan filologi merupakan alat untuk mengkaji dan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007944808 Nur n/R.18.239.3Perpustakaan Pusat (REF.18.239.3)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    808 Nur n/R.18.239.3
    Penerbit Fakultas Ilmu Budaya Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    vii, 285 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    808 Nur n
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Naskah (manuscript) merupakan salah satu sumber primer dalam
    penelitian humaniora, dan filologi merupakan alat untuk mengkaji dan
    menggali naskah. Naskah sebagai karya sastra, sejatinya lahir dari sebuah
    potret sosial yang terjadi di masyarakat. Salah satunya adaIah masalah
    sosial yang berkaitan dengan ajaran (moral) yang dewasa ini menjadi
    pennasalahan yang cukup serius di Indonesia. Berkaitan dengan hal
    tersebut, ditemukan naskah yang dapat dijadikan salah satu rujukan yang
    erat kaitannya dengan ajaran moral. yaitu naskah Wawacan Dewa Ruci (
    selanjutnya disingkat WDR). Metode penelitian yang diterapkan daIam
    penelitian teks WDR adalah metode deskriptif komparatif. Berkaitan
    dengan naskah WDR merupakan unsur cerita berupa teks, maka
    dilakukan pendekatan sastra. Kasus kesalahan tulis - yang terdapat daIam
    teks WDR dibagi ke dalam empat jenis kasus, yaitu Substitusi, Omisi,
    Adisi, dan Transposisi. Kasus kesaIahan tulis berupa substitusi
    ditemukan sebanyak 12 kasus salah tulis, omisi ditemukan sebanyak 114
    kasus salah tuIis, Adisi ditemukan sebanyak 119 kasus salah tulis, dan
    transposisi ditemukan sebanyak 35 kasus saIah tulis. Persentase yang
    didapatkan dalam kasus kesalahan tulis berupa substitusi sebanyak 4,2%,
    Omisi 40,8 %, Adisi 42,5%, Tr sposisi 12,5%,. Dari persentase
    tersebut maka dapat diketahui kesalahan tuIis terbanyak dalam teks WDR
    terdapat pada kasus kesalah tulis berupa adisi yaitu 42,5%. Dengan
    demikian, jumlah kesalahan tulis dalam teks WDR secara keseIuruhan
    adalah 280 kasus kesalahan tulis, dengan persentase kesalahan tulis
    19,9%. Teks flVDR merupakan teks yang mengandung ajaran keislaman
    yang menyuarakan tentang keihsanan (tauhid). Adanya pembagian unsur
    cerita dalam teks WDR k dalam lima bagian, yaitu pancamaya,
    makrokosmos dan mikrokosmos, pancadrya, ilmu pelepasan, dan mati
    dalam hidup-hidup dalam mati menunjukkan tentang perjalanan
    ketauhidan seorang usia. Berkenaan dengan titik inti yang menjadi
    kajian dalam teks ini adalah kecenderungan akan adanya figur ulul albab
    yang diilustrasikan melalui Bima dalam teks WDR. Ulul Albab
    merupakan manusia yang memiliki ketajaman pikir juga ketajaman rasa.
    Ketajaman pemikiran manusia sejak dari akal hingga hati yang paling
    dalam (Lubb ).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi