Detail Cantuman

Image of Strategi Kesantunan Tuturan Imperatif pada Novel-novel Karya Dewi Lestari: Suatu Kajian Pragmatik

Text  

Strategi Kesantunan Tuturan Imperatif pada Novel-novel Karya Dewi Lestari: Suatu Kajian Pragmatik


Penelitian ini berjudul "Strategi Kesantunan Tuturan Imperatif pada Novel-novel
Karya Dewi Lestari: Suatu Kajian Pragmatik."Tujuan penelitian ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007946410 Mut s/R.18.167.1Perpustakaan Pusat (REF.18.167.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    410 Mut s/R.18.167.1
    Penerbit Fakultas Ilmu Budaya Unpad : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xvii, 136 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    410 Mut s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini berjudul "Strategi Kesantunan Tuturan Imperatif pada Novel-novel
    Karya Dewi Lestari: Suatu Kajian Pragmatik."Tujuan penelitian ini adalah: (1)
    mendeskripsikan wujud dan jenis tuturan imperatif dan (2) mendeskripsikan
    pengaruh antara relasi sosial dan penggunaan tuturan imperatif kesantunan di dalam
    novel-novel karya Dewi Lestari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif.
    Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data tulis yang diambil dari
    novel-novel karya Dewi Lestari, yaitu Perahu Kertas, Ksatria, Putri Bintang Jatuh,
    Akar, Petir, Partikel, Gelombang, dan Inteligensi Embun Pagi.

    (1) berdasarkan wujudnya, tuturan imperatif pada novel-novel karya Dewi Lestari
    meliputi wujud imperatif ajakan dengan penanda a 0 dan mari, wujud permintaan
    dengan penanda tolong, wujud suruhan dengan penanda coba, wujud persilaan
    dengan penanda silakan, wujud harapan dengan penanda semoga dan harap, wujud
    permohonan dengan penanda mohon, wujud mengizinkan dengan penanda silakan,
    wujud permintaan izin dengan penanda boleh, wujud anjuran dengan penanda
    hendaknya dan sebaiknya, dan wujud bujukan dengan penanda ayo dan mari.
    Berdasarkan jenisnya, tuturan imperatif pada novel-novel karya Dewi Lestari
    me lip uti tindak tutur langsung dan tindak tutur tidak langsung. (2) adapun pengaruh
    antara relasi sosial dan penggunaan tuturan imperatif kesantunan dalam penelitian ini
    meliputi hubungan kekerabatan, yaitu remaja - remaja dengan penanda kesantunan
    ayo, mari, tolong, coba, silakan, harap, Mohon, dan hendaknya; anak - orang tua
    dengan penanda kesantunan ayo dan mohon ; orang tua - anak dengan penanda
    kesantunan ayo; orang tua - remaja dengan penanda kesantunan ayo, mari, tolong,
    coba, ilakan, dan moho; remaja - anak dengan penanda kesantunan ayo, harap, dan
    mari; anak - remaja dengan penanda kesantunan silakan; dan remaja - orang tua
    dengan penanda kesantunan silakan. Berdasarkan status sosial, ditemukan hubungan
    kaya - miskin dengan penanda kesantunan tolong.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi