Detail Cantuman

Image of Komunikasi Antarbudaya Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia

Text  

Komunikasi Antarbudaya Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia


Indonesia yang bersifat multikultural artinya bukan sekedar mengakui
kemajemukan suku bangsa atau budaya tertentu saja, tapi juga menekankan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007948302.2 Teu k/R.21.171.1Perpustakaan Pusat (REF.171.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Teu k/R.21.171.1
    Penerbit Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii, 196 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Teu k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Indonesia yang bersifat multikultural artinya bukan sekedar mengakui
    kemajemukan suku bangsa atau budaya tertentu saja, tapi juga menekankan pada
    kesetaraan antar kebudayaan tersebut Adanya etnisitas harusnya dianggap suatu
    kekayaan hakiki bangsa yang bisa digunakan untuk membentuk jalinan relasi
    sosial, untuk memperkaya aset budaya bangsa. Dalam haI ini, multikulturalisme
    yang mengakomedasi dua (2} hal yang dipertentangkan, yaitu 'perbedaan' dan
    'kesetaraan'. Dengan demikian, meskipun tingkat heterogenitasnya tinggi,
    "konflik vertikal dan hotizontal", dapat diredam karena masing-masing budaya
    diberi keleluasaan untuk memmjukkan identitasnya dan melaksanakan kehidupan
    secara lebih otonom seraya mendapatkan pengakuan yang ma atas
    keberadaannya dan keunikannya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa
    penelitian ini dilakukan di lembaga Negara seperti DPD - RI.

    Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengek plorasi pendapat dan
    mendapat gambaran umum tentang bagaimana strategi Anggota DPD - RI
    mengkonstruksi konsep dill dalam memaknai identitas etnik mereka berdasarkan
    daerah asal pemilihannya, dalam konteks komunikasi antarbudaya.

    Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma
    konstruktivisme yang terfokus pada tradisi fenomenologi sosial Alfred Schutz,
    yang dikaitkan dengan pendekatan interaksi simbolik dan etnik situasional Fredrik
    Barth.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga (3) model konsep diri
    para informan, yaitu : model konservatif; adaptif; dan interaktif. Sedangkan dalam
    memaknai identitas etniknya, informan terbagi menjadi empat (4) model, yaitu :
    model identitas etnik regionalis; religius; nasionalis; dan integrasionis.

    Simpulan yang didapat ialah ruang lingkup konsep diri infonnan tidak
    terbatas pada komunikasi sosial dan politik saja, tetapi berkaitan erat de an
    komunikasi antarbudaya. Hal yang melatarbelakangi informan bahkan sebe urn
    menjadi Anggota DPD - RI. Slogan "Bhineka Tunggal Ika", menjadi sir bol
    komunikasi antarbudaya para infonnan penelitian sebagai hasil akhir dari ara
    mereka memaknai identitas etniknya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi