<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55965">
 <titleInfo>
  <title>Komunikasi Antarbudaya Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>TEUKU YULIANSYAH</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xviii, 196 hlm. ; ill. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Indonesia yang bersifat multikultural artinya bukan sekedar mengakui &#13;
kemajemukan suku bangsa atau budaya tertentu saja, tapi juga menekankan pada &#13;
kesetaraan antar kebudayaan tersebut Adanya etnisitas harusnya dianggap suatu &#13;
kekayaan hakiki bangsa yang bisa digunakan untuk membentuk jalinan relasi &#13;
sosial, untuk memperkaya aset budaya bangsa. Dalam haI ini, multikulturalisme &#13;
yang mengakomedasi dua (2} hal yang dipertentangkan, yaitu 'perbedaan' dan &#13;
'kesetaraan'. Dengan demikian, meskipun tingkat heterogenitasnya tinggi, &#13;
&quot;konflik vertikal dan hotizontal&quot;, dapat diredam karena masing-masing budaya &#13;
diberi keleluasaan untuk memmjukkan identitasnya dan melaksanakan kehidupan &#13;
secara lebih otonom seraya mendapatkan pengakuan yang ma atas &#13;
keberadaannya dan keunikannya. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa &#13;
penelitian ini dilakukan di lembaga Negara seperti DPD - RI. &#13;
&#13;
Maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengek plorasi pendapat dan &#13;
mendapat gambaran umum tentang bagaimana strategi Anggota DPD - RI &#13;
mengkonstruksi konsep dill dalam memaknai identitas etnik mereka berdasarkan &#13;
daerah asal pemilihannya, dalam konteks komunikasi antarbudaya. &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan paradigma &#13;
konstruktivisme yang terfokus pada tradisi fenomenologi sosial Alfred Schutz, &#13;
yang dikaitkan dengan pendekatan interaksi simbolik dan etnik situasional Fredrik &#13;
Barth. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga (3) model konsep diri &#13;
para informan, yaitu : model konservatif; adaptif; dan interaktif. Sedangkan dalam &#13;
memaknai identitas etniknya, informan terbagi menjadi empat (4) model, yaitu : &#13;
model identitas etnik regionalis; religius; nasionalis; dan integrasionis. &#13;
&#13;
Simpulan yang didapat ialah ruang lingkup konsep diri infonnan tidak &#13;
terbatas pada komunikasi sosial dan politik saja, tetapi berkaitan erat de an &#13;
komunikasi antarbudaya. Hal yang melatarbelakangi informan bahkan sebe urn &#13;
menjadi Anggota DPD - RI. Slogan &quot;Bhineka Tunggal Ika&quot;, menjadi sir bol &#13;
komunikasi antarbudaya para infonnan penelitian sebagai hasil akhir dari ara &#13;
mereka memaknai identitas etniknya.</note>
 <note type="statement of responsibility">TEUKU YULIANSYAH</note>
 <subject authority="">
  <topic>DPD - RI, konsep diri, identitas etnik, budaya.</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Teu k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Teu k/R.21.171.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007948</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.171.1)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Teu k/R.21.171.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>55965</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-31 09:33:03</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-20 07:46:42</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>