<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55762">
 <titleInfo>
  <title>KEPASTIAN HUKUM PENGENAAN PAJAK PENGHASILAN DALAM PERJANJIAN C-BAND SATELLITE TRANSPONDER UTILIZATION FULL CAPACITY DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 36 TAHUN 2008 TENTANG PAJAK PENGHASILAN</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>MANAPANG SIAHAAN</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>fakultas hukum Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xi, 159 hlm. ; ill. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pajak merupakan sumber utama dalam penerimaan negara yang &#13;
pemungutannya dapat dipaksakan berdasarkan undang-undang. Salah satu jenis &#13;
pajak yang memberikan kontribusi besar dalam penerimaan negara adalah pajak &#13;
penghasilan yang ketentuan pengenaannya diatur dalam Undang-undang Nomor &#13;
36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan. Berdasarkan ketentuan undang­ &#13;
undang pajak, wajib pajak dapat dikenakan pajak apabila memenuhi syarat &#13;
subjektif dan objektif. Apabila kedua syarat ini tidak terpenuhi maka tidak terjadi &#13;
pengenaan pajak. &#13;
&#13;
Dalam sistem pemungutan pajak selalu terdapat hubungan hukum antar &#13;
subjek hukum yaitu hubungan yang memberikan hak memotong pajak kepada &#13;
salah satu pihak dan kewajiban membayar pajak di pihak yang lainnya. Hubungan &#13;
hukum antar subjek hukum dapat terjadi melalui suatu perjanjian yang di &#13;
dalamnya terdapat klausul pembayaran pajak, seperti yang terdapat dalam &#13;
Perjanjian C-Band Satellite Transponder Utilization Full Capacity antara PT. &#13;
Telekomunikasi Indonesia (TELKOM) dan Eutelsat Asia (ETL Asia). Meskipun &#13;
dalam ketentuan undang-undang terdapat kepastian hukum bahwa pajak &#13;
penghasilan bersifat subjektif, namun dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan &#13;
pendapat yang mengakibatkan terjadinya penundaan pembayaran pajak. &#13;
&#13;
Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah, pertama &#13;
bagaimana kepastian hukum tentang pengenaan pajak penghasilan dalam &#13;
perjanjian ini ditinjau dari Undang-Undang Pajak Penghasilan. Kedua adalah &#13;
bagaimana penyelesaian sengketa tentang perbedaan penafsiran dalam perjanjian &#13;
ini dikaji dari penafsiran teleologis agar dicapai kesepakatan yang saling &#13;
menguntungkan pihak-pihak yang berkontrak. Metode penelitian yang dilakukan &#13;
menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu menelaah dan mengkaji bahan­ &#13;
bahan hukum sekunder berupa sumber hukum positif dan impelementasinya &#13;
dalam praktek. &#13;
&#13;
Dari hasil penelitian penulis berkesimpulan pertama kepastian pengenaan &#13;
pajak dalam perjanjian harus tetap mengacu kepada hukum formil, yaitu Undang­ &#13;
undang No. 36 Tahun 2008 ten tang Pajak Penghasilan dan Tax Treaty antara &#13;
Indonesia dan Singapura yang mengatur bahwa Subjek Pajak sebagai penerima &#13;
penghasilan terutang pajak dan wajib melakukan pembayaran pajak. Mengenai &#13;
&#13;
. pengalihan penanggung utang pajak yang disepakati dalam perjanjian dapat &#13;
dilaksanakan sesuai ketentuan Pasal 1382 KUH Perdata asalkan atas pembayaran &#13;
pajak tersebut dilakukan asat nama penerima penghasilan, dalam hal ini ETL &#13;
Asia. Kedua, dalam penyelesaian sengketa pembayaran pajak kedua pihak telah &#13;
menempuh cara penafsiran perjanjian untuk mencapai penyelesaian yang lebih &#13;
sederhana dan untuk menjaga hubungan dagang dalamjangka panjang. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">MANAPANG SIAHAAN</note>
 <subject authority="">
  <topic>Pajak merupakan sumber utama dalam penerimaan nega</topic>
 </subject>
 <classification>343.04 Man k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>343.04 Man k/.R11.29.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007905</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.11.29.1)</sublocation>
    <shelfLocator>343.04 Man k/.R11.29.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>55762</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-26 11:29:46</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-14 10:22:30</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>