Detail Cantuman

Image of Makna Tindakan Polisi Bagi Korban Salah Tangkap di Poso

Text  

Makna Tindakan Polisi Bagi Korban Salah Tangkap di Poso


MAKNA TINDAKAN POLISI BAGI KORBAN SALAH T ANGKAP DJ POSO
(Studi Fenomeuologi Tentang Pemaknaan Korban Salah Tangkap Terbadap Tindakan

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007910302.2 Ifk m/R.21.44.2Perpustakaan Pusat (REF.21.44.2)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Ifk m/R.21.44.2
    Penerbit Fakultas Ilmu Komunikasi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    viii, 192 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Ifk m
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • MAKNA TINDAKAN POLISI BAGI KORBAN SALAH T ANGKAP DJ POSO
    (Studi Fenomeuologi Tentang Pemaknaan Korban Salah Tangkap Terbadap Tindakan
    Polisi Yang Menganggap Mereka Sebagai Teroris di Poso Tabun 2012)

    Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan korban
    salah tangkap terhadap tindakan Polisi di Poso. Serta pengalaman komunikasi korban
    pada saat interogasi di Pos Brimob Kalora dan di Mapolres Po so tahun 2012. Teori
    yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi Schutz, dimana
    Schutz memusatkan perhatiannya pada cara orang memahami kesadaran orang lain.
    dan teori pengelolaan makna, teori ini lebih mengarah pada bagaimana seseorang
    menetapkan aturan untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna, serta
    bagaimana aturan tersebut dapat terjalin dalam setiap percakapan, dimana makna
    senantiasa dikoordinasikan. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian
    ini adalah pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif. Metode
    yang dimaksud, untuk mengetahui makna yang tersirat dari fenomena dan
    pengalaman yang dialami oleh Subjek Penelitian (korban salah tangkap), yaitu
    pengalaman fisik dan pengalaman psikis. Untuk mendapatkan data di lapangan,
    diperoleh dengan melakukan beberapa cara yaitu observasi, wawancara mendalam,
    dan dokumentasi. Data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kata-kata para
    informan dalam hal ini para korban salah tangkap di Desa Kalora dan Desa
    Tambarana.

    Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tindakan Polisi terhadap informan salah
    tangkap dimulai dari proses penangkapan, penentuan pelaku tindak pidana, sampai
    pada interogasi di pos Brimob Kalora dan di Mapolres Poso, para inforrnan
    memaknainya sebagai sebuah tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh aparat
    kepolisian yang fungsi utamanya sebagai pengayom masyarakat. Karena dalam
    penangkapan sampai interogasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian tersebut kepada
    para informan, para inforrnan mengatakan adanya kekerasan dalam proses terse but.
    pengalaman komunikasi yang dialami oleh para informan saat interogasipun, hampir
    semua inforrnan mengatakan bahwa perilaku kepolisan saat itu sangat tidak
    manusiawi dan bahkan ada informan yang mengatakan adanya indikasi penistaan
    agama saat dirinya diinterogasi.

    Simpulan bahwa tidak semua informan merasakan tindak kekerasan oleh pihak
    kepolisian, dalam penenangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian, para
    informan semua memaknainya sebagai tindakan yang diluar dari prosedur
    penangkapan. Sedangkana dalam pengalaman komunikasi informan ketika interogasi,
    hanya sebagian saja yang mendapatkan tindakan kekerasan pengulangan dari pihak
    kepolisian. Sehingga dengan demikian penelitian ini kiranya dapat dijadikan sebagai
    rujukan oleh pihak kepolisian untuk lebih memperbaiki atau melakukan pendekatan
    dimasyarakat.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi