<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55753">
 <titleInfo>
  <title>Makna Tindakan Polisi Bagi Korban Salah Tangkap di Poso</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Ifkan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Komunikasi</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>viii, 192 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>MAKNA TINDAKAN POLISI BAGI KORBAN SALAH T ANGKAP DJ POSO &#13;
(Studi Fenomeuologi Tentang Pemaknaan Korban Salah Tangkap Terbadap Tindakan &#13;
Polisi Yang Menganggap Mereka Sebagai Teroris di Poso Tabun 2012) &#13;
&#13;
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana pemaknaan korban &#13;
salah tangkap terhadap tindakan Polisi di Poso. Serta pengalaman komunikasi korban &#13;
pada saat interogasi di Pos Brimob Kalora dan di Mapolres Po so tahun 2012. Teori &#13;
yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori fenomenologi Schutz, dimana &#13;
Schutz memusatkan perhatiannya pada cara orang memahami kesadaran orang lain. &#13;
dan teori pengelolaan makna, teori ini lebih mengarah pada bagaimana seseorang &#13;
menetapkan aturan untuk menciptakan dan menginterpretasikan makna, serta &#13;
bagaimana aturan tersebut dapat terjalin dalam setiap percakapan, dimana makna &#13;
senantiasa dikoordinasikan. Sedangkan pendekatan yang digunakan dalam penelitian &#13;
ini adalah pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif. Metode &#13;
yang dimaksud, untuk mengetahui makna yang tersirat dari fenomena dan &#13;
pengalaman yang dialami oleh Subjek Penelitian (korban salah tangkap), yaitu &#13;
pengalaman fisik dan pengalaman psikis. Untuk mendapatkan data di lapangan, &#13;
diperoleh dengan melakukan beberapa cara yaitu observasi, wawancara mendalam, &#13;
dan dokumentasi. Data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kata-kata para &#13;
informan dalam hal ini para korban salah tangkap di Desa Kalora dan Desa &#13;
Tambarana. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tindakan Polisi terhadap informan salah &#13;
tangkap dimulai dari proses penangkapan, penentuan pelaku tindak pidana, sampai &#13;
pada interogasi di pos Brimob Kalora dan di Mapolres Poso, para inforrnan &#13;
memaknainya sebagai sebuah tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh aparat &#13;
kepolisian yang fungsi utamanya sebagai pengayom masyarakat. Karena dalam &#13;
penangkapan sampai interogasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian tersebut kepada &#13;
para informan, para inforrnan mengatakan adanya kekerasan dalam proses terse but. &#13;
pengalaman komunikasi yang dialami oleh para informan saat interogasipun, hampir &#13;
semua inforrnan mengatakan bahwa perilaku kepolisan saat itu sangat tidak &#13;
manusiawi dan bahkan ada informan yang mengatakan adanya indikasi penistaan &#13;
agama saat dirinya diinterogasi. &#13;
&#13;
Simpulan bahwa tidak semua informan merasakan tindak kekerasan oleh pihak &#13;
kepolisian, dalam penenangkapan yang dilakukan oleh aparat kepolisian, para &#13;
informan semua memaknainya sebagai tindakan yang diluar dari prosedur &#13;
penangkapan. Sedangkana dalam pengalaman komunikasi informan ketika interogasi, &#13;
hanya sebagian saja yang mendapatkan tindakan kekerasan pengulangan dari pihak &#13;
kepolisian. Sehingga dengan demikian penelitian ini kiranya dapat dijadikan sebagai &#13;
rujukan oleh pihak kepolisian untuk lebih memperbaiki atau melakukan pendekatan &#13;
dimasyarakat. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Ifkan</note>
 <subject authority="">
  <topic>Makna, Tindakan Polisi, Korban Salah Tangkap, Poso</topic>
 </subject>
 <classification>302.2 Ifk m</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 Ifk m/R.21.44.2</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007910</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.21.44.2)</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 Ifk m/R.21.44.2</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>55753</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-26 10:53:21</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-13 09:12:28</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>