Text
ADAPTASI ANTARBUDAYA MAHASISWA PROGRAM AFIRMASI PAPUA DI PERANTAUAN
ADAPTASI ANT ARBUDA YA MAHASISWA
PROGRAM AFIRMASI PAPUA DI PERANTAUAN
Studi Kasus: Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Program ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007916 302.2 Din a/R.21.74.2 Perpustakaan Pusat (REF.21.74.2) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 302.2 Din a/R.21.74.2Penerbit Fakultas Ilmu Komunikasi : Jatinangor., 2017 Deskripsi Fisik xi, 152 hlm. ; il. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 302.2 Din aTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab Dinna Handini -
ADAPTASI ANT ARBUDA YA MAHASISWA
PROGRAM AFIRMASI PAPUA DI PERANTAUAN
Studi Kasus: Komunikasi Antarbudaya Mahasiswa Program Afirmasi Pendidikan
Tinggi bagi Putra-Putri Asal Papua di Universitas Pendidikan Indonesia
Tesis berjudul "Adaptasi Antarbudaya Mahasiswa Program Afirmasi Papua di
Perantauan" ini bertujuan mengetahui proses adaptasi antarbudaya mahasiswa
Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bagi putra-putri asal Papua di
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).
Pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana proses seleksi Program ADik Papua di
UPI?; Bagaimana komunikasi mahasiswa Program ADik Papua di UPI sebagai
mahasiswa perantau dalam masyarakat Sunda?; Bagaimana pemanfaatan media
dalam jaringan (daring) oleh mahasiswa Program ADik Papua di UPI?;
Bagaimana transfonnasi budaya mahasiswa Program ADik Papua di UPI?
Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan tradisi studi kasus. Subjek
penelitian adalah sembilan mahasiswa Program ADik Papua, penyelenggara
program, dan masyarakat Sunda yang kerap berkomunikasi dengan mahasiswa
Program ADik Papua. Objek penelitiannya adalah proses adaptasi antarbudaya
mahasiswa Program ADik Papua di UP!.
Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam kepada sembilan mahasiswa
Program ADik Papua, penyelenggara program, dan masyarakat Sunda yang kerap
berkomunikasi dengan mahasiswa Program ADik Papua serta observasi.
Hasil penelitian menunjukkan tahapan seleksi Program ADik Papua kurang
dilakukan maksimal, sehingga mahasiswa Program ADik Papua di UPI kurang
siap menerima perbedaan di lingkungan baru. Seiring berjalannya waktu, mereka
menyadari perbedaan fisik dan Budaya Papua dengan Sunda. Mereka mengalami
gegar budaya dan berhasil mengatasinya namun kurang sempurna, Mereka
menggunakan media daring, seperti media sosial sebagai rujukan berkomunikasi
dengan masyarakat Sunda. Mereka dapat berkomunikasi dengan masyarakat
Sunda karena sering berinteraksi dengan mereka.
Simpulan penelitian ini adalah mahasiswa Program ADik Papua di UPI dapat
dikategorikan menjadi mampu dan kurang mampu beradaptasi antarbudaya. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






