Detail Cantuman

Image of Intervensi taijin kyofusho menggunakan pendekatan implisit

Text  

Intervensi taijin kyofusho menggunakan pendekatan implisit


Penelitian ini berjudul "lnrervensi Taijin Kyofusho menggunakan Pendekatan
Implisit: Pengembangan lntervensi Re-Training Approach Avoidance ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007920155.4 Mar i/R.19.54.2Perpustakaan Pusat (REF.19.54.2)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.4 Mar i/R.19.54.2
    Penerbit Fak. Psikologi Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxi, 132 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.4 Mar i
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini berjudul "lnrervensi Taijin Kyofusho menggunakan Pendekatan
    Implisit: Pengembangan lntervensi Re-Training Approach Avoidance Task (AAT)
    untuk Mengurangi Bias Atensi pada Remaja Akhir dengan Taijin Kyofusho."
    Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah re-training AAT berpengaruh
    terhadap pengurangan bias atensi pada remaja akhir dengan Taijin kyofusho
    (TKS). TKS merupakan variasi culture bound disorder dari kecemasan sosial
    yang banyak ditemukan di negara timur dengan budaya kolektif, termasuk di
    Indonesia. TKS merupakan bentuk kecemasan sosial yang Jebih berfokus pada
    kecemasan akan membuat orang lain merasa terganggu daripada kecemasan akan
    dinilai buruk oleh orang lain (Essau, Sasagawa, Chen, & Sakano, 2012). Simptom
    TKS umumnya muncul pada usia remaja, termasuk remaja akhir, yang dapat
    mempengaruhi hubungan interpersonal dan bahkan mengganggu perkembangan
    diri (Lim, 2013). Remaja akhir dengan TKS cenderung menghindari situasi sosial
    karena adanya bias atensi yang dimiliki. Mereka akan lebih memusatkan atensi
    terhadap stimulus yang dianggap mengancam, yaitu situasi sosial yang
    direpresentasikan melalui ekspresi wajah. Bias atensi yang terjadi secara otomatis,
    dapat dimanipulasi melalui pendekatan implisit menggunakan adaptasi dari AA T
    yaitu re-training AA T (Arnir & Taylor, 2012). Bias atensi dapat dimodifikasi
    menggunakan re-training AA T dengan memanipulasi stimulus target yang
    dipasangkan dengan gerakan mendekat atau menjauhi stimulus (Wiers, Rinck,
    Kordts, Houben & Strack, 2010). Intervensi implisit diberikan untuk mengurangi
    bias atensi pada remaja akhir (usia 16-18 tahun) dengan TKS. Intervensi
    dilakukan dengan menggunakan program re-training AA T yang dirancang
    menggunakan stimulus ekspresi wajah yang sudah divalidasi. Partisipan dilatih
    untuk mendekati ekspresi wajah marah (angry). Penelitian ini dilaksanakan
    dengan metode eksperimental pre test post test control group design. JumJah
    partisipan penelitian sebanyak 50 orang (kelompok eksperimen n=25 dan
    kelompok kontrol n=25) Dilakukan pengujian menggunakan uji t-paired terhadap
    hasil pre test dan post test. HasiJ pre test dan post test AA T Effect menunjukkan
    bahwa pada kelompok eksperimen terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai
    pre test dan post test (Sig = 0,00 < a = 0,05, Ho ditolak). Artinya, intervensi
    impiisit melalui re-training AA T berpengaruh terhadap pengurangan bias atensi
    pada remaja akhir dengan taijin kyofusho (TKS).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi