Detail Cantuman

Image of Gagasan Kesetaraan Gender dalam Puisi yang Terbit di Surat Kabar di Sumatera Bagian Utara Tahun 1919-1938

Text  

Gagasan Kesetaraan Gender dalam Puisi yang Terbit di Surat Kabar di Sumatera Bagian Utara Tahun 1919-1938


Penelitian ini mendiskusikan gagasan kesetaraan gender dalam puisi yang terbit
tahun 1919-1938 di Sumatera Bagian Utara. Puisi-puisi yang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007871899.224 62 Sar g/R.18.244.1Perpustakaan Pusat (REF.18.244.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    899.224 62 Sar g/R.18.244.1
    Penerbit Fakultas Ilmu Budaya Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    x, 141 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    899.224 62 Sar g
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini mendiskusikan gagasan kesetaraan gender dalam puisi yang terbit
    tahun 1919-1938 di Sumatera Bagian Utara. Puisi-puisi yang dianalisis adalah
    "Orgaan Oentoek Perempoean Bergerak", "Adjakan", "Tjoemboean", yang terbit
    di surat kabar Perempoean Bergerak (1919). Puisi''Mustika Kiasan" terbit di surat
    kabarPelita Andalas (1929),puisi"lboe Jang Tertjinta" dan "Doenia Harnpir
    Terbalik" terbit di surat kabar Pewarta Deli (1929). Puisi "Pertji Permenungan"
    terbit di surat kabar Soeara Jboe(l931), "Ajakan (Doenia Istri)" terbit di surat
    kabar Bintang Karo (1931), dan "Jang Perkasa" dalam surat kabar Pandji Poetri
    (1938). Penelitian ini menggunakan pendekatan New Historicism dan kerangka
    kajian gender untuk melihat bagaimana gagasan kesetaraan gender yang
    ditampilkan puisi-puisi tersebut merekonstruksi, mengukuhkan, atau
    menggugurkan nilai-nilai yang berkembang pada masa puisi itu terbit. Dalarn
    sembilan puisi yang dibahas, gagasan kesetaraan gender yang ditarnpilkan
    berfokus pada upaya peningkatan pendidikan bagi perempuan, tuntutan kebebasan
    dari konstruksi patriarki, dan ajakan untuk berperan aktif dalam ruang publik.
    Melalui bentuk puisi lirik dan gaya bahasa yang digunakan, ditunjukkan bahwa
    gagasan kesetaraan gender dalam puisi merupakan respon terhadap situasi sosial.
    Hal itu diperkuat dengan munculnya isu serupa pada teks-teks nonpuisi dari surat
    kabar dan majalah yang terbit pada rentang waktu yang sarna. Dengan demikian,
    sembilan puisi tersebut mengukuhkan wacana gender yang berkembang di
    Sumatera Bagian Utara pada tahun 1919-1938.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi