Detail Cantuman

Image of ANALISIS PENYELENGGARAAN PELAKSANAAN KEWAJIBAN SERTIFIKASI HALAL PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN BERDASARKAN HUKUM POSITIF YANG BERKAITAN

Text  

ANALISIS PENYELENGGARAAN PELAKSANAAN KEWAJIBAN SERTIFIKASI HALAL PADA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH PRODUK MAKANAN DAN MINUMAN BERDASARKAN HUKUM POSITIF YANG BERKAITAN


Perlindungan makanan menjadi standar yang dipenuhi. Maraknya
UMKM yang membuka usahanya dibidang makanan dan minuman
semakin ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007880346.07 Nad a/R.11.280.4Perpustakaan Pusat (REF.11.280.4)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    346.07 Nad a/R.11.280.4
    Penerbit fakultas hukum Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xii, 131 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    346.07 Nad a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Perlindungan makanan menjadi standar yang dipenuhi. Maraknya
    UMKM yang membuka usahanya dibidang makanan dan minuman
    semakin beragarnnya makanan yang dikonsumsi masyarakat tidak peduli
    makanan yang ddikonsumsinya merupakan makanan halal atau makanan
    yang haram. Dampak terhadap makanan dan minuman tidak halal tersebut
    tentu dapat membahayakan nyawa manusia. Selain produk yang belum
    bersertifikat, kasus beredarnya makanan tidak halal beberapa tahun ini
    menambah keresahan konsumen muslim yang menjalankan syariat
    agamanya. Masalah dalam penelitian ini, praktik penyelenggaraan
    pelaksanaan kewajiban sertifikasi halal pada usaha mikro keeil dan
    menengah produk makanan dan minuman berdasarkan hukum positif yang
    berkaitan, dan tanggung jawab UMKM yang tidak melaksanakan
    sertifikasi halal berdasarkan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.
    Maksud dan tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran praktik
    penyelenggaraan pelaksanaan kewajiban sertifikasi halal pada UMKM
    produk makanan dan minuman berdasarkan hukum positif yang berkaitan
    serta memperoleh kepastian hukum mengenai tanggung jawab UMKM
    yang tidak melaksanakan sertifikasi halal berdasarkan UUPK.

    Metode yang digunakan dalam Penelitiaan ini dengan pendekatan
    yuridis normatif, yaitu suatu metode pendekatan dengan menggunakan
    kaidah-kaidah hukum dan mengutamakan penelitian kepustakaan serta
    bagaimana pelaksanaan kewajiban sertifikasi halal pada UMKM produk
    makanan dan minuman berdasarkan hukum positif yang berkaitan.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Praktik
    penyelenggaraan pelaksanaan kewajiban sertifikasi halal pada UMKM
    produk makanan dan minuman belum sesuai dengan peraturan yang ada
    dikarenakan masih ada UMKM-UMKM yang memiliki label halal tidak
    disertai dengan sertifikasi halal. Kedua, Tanggung jawab UMKM produk
    makanan dan minuman yang tidak melaksanakan kewajiban sertifikasi
    halal dapat dinyatakan telah melanggar peraturan perudang-undangan yang
    terdapat dalam UUPK,serta akibat hukum yang timbul berupa tanggung
    jawab produk.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi