Detail Cantuman

Image of PERAN KOMANDO DISTRIK MILITER PADA PENYELESAIAN KONFLIK ETNIS UNTUK MEWUJUDKAN STABILITAS KETAHANAN WILAYAH: STUDY KASUS DI KOMANDO DISTRIK MILITER 1015/SAMPIT KALIMANTAN TENGAH

Text  

PERAN KOMANDO DISTRIK MILITER PADA PENYELESAIAN KONFLIK ETNIS UNTUK MEWUJUDKAN STABILITAS KETAHANAN WILAYAH: STUDY KASUS DI KOMANDO DISTRIK MILITER 1015/SAMPIT KALIMANTAN TENGAH


Persoalan peran menjadi perspektif utama dalam penelitian ini. Pene!itian
ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007891327 Muh p/R.17.95.2Perpustakaan Pusat (REF.95.2)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    327 Muh p/R.17.95.2
    Penerbit Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    viii, 104 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    327 Muh p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Persoalan peran menjadi perspektif utama dalam penelitian ini. Pene!itian
    ini merupakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif dipandang relevan untuk
    digunakan dalam penelitian ini mengingat konflik etnis di Kabupaten
    Kotawaringin Timur, berhubungan dengan situasi sosial yang rawan, sehingga
    perlu memahami motivasi, persepsi, tingkah laku dan tindakan masyarakat
    berkonflik. Data diperoleh melalui wawancara, observasi dan peninjauan pustaka.

    Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
    analisis deskriptif kualitatif. Proses analisis ditekankan pada konsep peran.
    Penekanan terse but dilakukan dengan cara mengidentifikasi peran Komando
    Distrik Militer dalam mengatasi konflik. Setelah diketahui peran Komando Distrik
    Militer, selanjutnya menghubungkan peran Komando Distrik Militer terhadap
    realitas konflik yang terjadi.

    Hasil dari penelitian ini adalah bahwa terdapat motif penyebab terjadinya
    konflik, yakni (1) harga diri; {2) balas dendam; (3) minuman keras; dan (4) hak
    kepemilikan tanah. Di tengah-tengah motif konflik tersebut Komando Distrik
    Militer dituntut berperan untuk tetap menjaga keutuhan sistem hidup berbagsa dan
    bernegara sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Proses untuk dapat
    masuk di antara pihak yang berkonflik, personil TNI AD dituntut dapat
    melakukan interaksi sosial. Syarat yang harus dipenuhi agar dapat melakukan
    interaksi sosial adalah (1) adanya kontak sosial; (2) adanya komunikasi. Melalui
    kemampuan interaksi sosial yang baik, maka personil TNI AD dapat
    melaksanakan tugasnya dengan baik dengan mengoptimalkan kemampuan
    Komsos atau komunikasi sosial.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi