Detail Cantuman

Image of Metaphor of lexeme under in english clauses : a cognitive semantic approach

Text  

Metaphor of lexeme under in english clauses : a cognitive semantic approach


Tesis ini berjudul Metaphor of Lexeme Under in English Clauses: A Cognitive
Semantic Approach. Penelitian ini mengkaji perpanjangan metaforis ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007845401.43 Evi m/R.18.118.1Perpustakaan Pusat (REF.18.118.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    401.43 Evi m/R.18.118.1
    Penerbit Fakultas Ilmu Budaya Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 101 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    401.43 Evi m
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tesis ini berjudul Metaphor of Lexeme Under in English Clauses: A Cognitive
    Semantic Approach. Penelitian ini mengkaji perpanjangan metaforis unit leksikal
    under melalui sudut pandang linguistik kognitif. Studi ini berfokus pada makna
    metaforis yang timbul dari leksem under dan bagaimana makna kiasan tersebut
    dipetakan melalui proses pemetaan metaforis. Penelitian ini bersifat kualitatif
    karena menjelaskan pemetaan konseptual. Data leksem under yang digunakan
    diambil dari Corpus of Contemporary American English (COCA) kemudian
    diklasifikasi berdasarkan makna literal dan metaforis. Data tersebut dianalisis
    dengan menggunakan konsep metafora konseptual (Lakoff, 1987) untuk mencari
    tipe metafora yang muncul dati leksem under dan metaphor yang termasuk kedalam
    tipe tersebut. Dari analisis, ditemukan bahwa ada 3 jenis metaphor yang muncul
    dari leksem under: metafora orientasional, metafora ontologis, dan metafora
    struktural. Ada beberapa domain abstrak yang digunakan sebagai target domain
    seperti domain kekuasaan, status, keberadaan, kesadaran, kondisi dan sebagainya.
    Dari proses konseptualisasi antara dua domain tersebut, beberapa makna yang
    berbeda muncul seperti makna kontrol, ketidaksadaran, ketiadaan dll. Dari temuan
    itu, kita dapat memahami bahwa perwujudan pengalaman kita mengenai ruang
    disajikan sebagai dasar dalam proses konstruksi makna dari entitas yang lebih
    abstrak.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi