Detail Cantuman

Image of PENGARUH GAYA HIDUP, MOTIVASI KONSUMEN, DAN KELOMPOK RUJUKAN TERHADAP PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMILIH MENGGUNAKAN KLINIK KECANTIKAN SECARA RUTIN PADA KALANGAN WANITA DEWASA MUDA DI KOTA BANDUNG

Text  

PENGARUH GAYA HIDUP, MOTIVASI KONSUMEN, DAN KELOMPOK RUJUKAN TERHADAP PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM MEMILIH MENGGUNAKAN KLINIK KECANTIKAN SECARA RUTIN PADA KALANGAN WANITA DEWASA MUDA DI KOTA BANDUNG


Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gaya hidup (lifeshJle),
motivasi konsumen iconsuiner motivation), kelompok rujukan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007855658.81 Mah /R.12.371.1Perpustakaan Pusat (REF.12.371.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    658.81 Mah p/R.371.1
    Penerbit Fakultas Ekonomi - Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xxvii, 319 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    658.81 Mah p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gaya hidup (lifeshJle),
    motivasi konsumen iconsuiner motivation), kelompok rujukan (reference group) dan
    proses pengambilan keputusan konsumen iccnstnner decision IIUlking process) pada
    kalangan wanita dewasa muda di Kota Bandung dalam merawat kecantikan
    dengan menggunakan klinik kecantikan secara rutin, serta untuk mengetahui
    bagaimana pengaruh gaya hidup (lifeshJle), motivasi konsumen tccnsunier
    motivation), dan kelompok rujukan (reference grollp) baik secara simultan maupun
    parsial terhadap pengambilan keputusan dalam memilih menggunakan klinik
    kecantikan pada kalangan wanita dewasa muda di Kota Bandung. Variabel yang
    diteliti dalam penilitian ini adalah gaya hidup (lifestyle), motivasi konsumen
    iconsumer IlLOtivntion) dan kelompok rujukan (reference grollp) sebagai variable
    independent (variable X) serta proses pengambilan keputusan konsumen
    (consumer decision /linking process) sebagai variable dependent (variable Y). Hasil
    penelitian ini menerangkan bahwa hipotesis He secara keseluruhan ditolak

    baik dalam hasil uji hipotesis deskriptif maupun hasil uji hipotesis
    verifikatif. Saran yang diberikan diantaranya klinik kecantikan harus
    terbuka dalam memberikan informasi mengenai status legalitasnya,
    produk-produknya, serta informasi yang berkaitan dengan klinik
    kecantikan tersebut. Kejujuran dan keterbukaan informasi yang diberikan oleh
    klinik kecantikan terhadap para konsumen dan pasien-pasiennya akan dapat
    menarik simpati dan memberikan dampak yang lebih positif terhadap klinik
    kecantikan.Klinik kecantikan juga harus selalu meng update teknologi yang
    digunakan, serta meng upgrade tenaga medis yang digunakan sebaiknya benar­
    benar tenaga medis professional dalam bidangnya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi