Detail Cantuman

Image of CITY BRANDING SAWAHLUNTO KOTA WISATA TAMBANG YANG BERBUDAYA MELALUI KARNAVAL SONGKET (Studi Kasus City Branding Kota Sawahlunto Melalui Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) 2016)

Text  

CITY BRANDING SAWAHLUNTO KOTA WISATA TAMBANG YANG BERBUDAYA MELALUI KARNAVAL SONGKET (Studi Kasus City Branding Kota Sawahlunto Melalui Sawahlunto International Songket Carnival (SISCa) 2016)


Nurkhalila Fajrini (210120150037), 2017. Konsentrasi Hubungan
Masyarakat. Program Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi,

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007860659.2 Nur c/R.235.1Perpustakaan Pusat (REF.21.235.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    659.2 Nur c/R.235.1
    Penerbit Fakultas Ilmu Komunikasi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    x, 183 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    659.2 Nur c
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Nurkhalila Fajrini (210120150037), 2017. Konsentrasi Hubungan
    Masyarakat. Program Magister Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi,
    Universitas Padjajaran, dengan Dr. H. lriana Bakti, M.Si sebagai Ketua Tim
    Pembimbing dan Dr. Evi Novianti, M.Si sebagai Anggota Tim Pembimbing.
    Penelitian ini berjudul "CITY BRANDING SAW AHLUNTO KOT A WISATA
    TAMBANG YANG BERBUDAYA MELALUI KARNAVAL SONGKET (Studi
    Kasus City Branding Kota Sawahlunto Melalui Sawahlunto International Songket
    Carnival (SISCa) 2016)."

    Songket Silungkang merupakan produk andalan hasil kerajinan masyarakat
    Kota Sawahlunto. Sejarah songket dan sejarah tambang memperkuat city
    branding Sawahlunto dalam mewujudkan vi si "Kota Wisata Tambang Yang
    Berbudaya" yang tertuang dalam Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2001 pada event
    SISCa. Pada SISCa 2016, transformasi Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya
    direalisasikan melalui konsep dan desain penampilan peserta kamaval.

    Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan dan latar
    belakang penyelenggara menjadikan Sawahlunto International Songket Carnival
    (SISCa) 2016 dalam city branding Sawahlunto Kota Wisata Tambang yang
    Berbudaya, pemahaman penyelenggara terkait SISCa 2016 dan tindakan
    komunikasi yang dilakukan penyelenggara SISCa 2016 dalam rangka city
    branding Sawahlunto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
    kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengurnpulan data dilakukan dengan
    cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori Konstruksi Sosial Atas

    ,Realitas dan konsep city branding menjadi landasan dalam membahas hasil
    penelitian.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan penyelenggara menjadikan
    SISCa 2016 dalam city branding Sawahlunto adalah adanya keterkaitan dampak
    yarig ditimbulkan dari SISCa 2016 tersebut yakni, dampak ekonomi dan dampak
    pariwisata. Pemahaman penyelenggara SISCa 2016 terkait city breeding Kota
    Sawahlunto tertuang dalam Misi SISCa 2016 sebagai bentuk transformasi visi
    Kota dengan mengangkat konsep wisata tambang. Tindakan komunikasi yang
    dilakukan penyelenggara melalui tiga tahapan komunikasi, yakni (l) komunikasi
    tahap awal SISCa antara pemerintah dengan pihak internal dan eksternal, (2)
    komunikasi saat berlangsungnya SISCa 2016 secara langsung dan simbolik, dan
    (3) komunikasi pasca SISCa 2016 dilakukan untuk menjalin hubungan baik dalam
    persiapan SISCa selanjutnya. Dengan demikian, penyelenggaraan SISCa 2016
    dilakukan sebagai salah satu bentuk promosi daerah melalui kamaval songket
    sebagai perwujudan visi Kota Sawahlunto.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi