Detail Cantuman

Image of MITOS RAMBUT GEMBEL SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT DATARAN TINGGI DIENG

Text  

MITOS RAMBUT GEMBEL SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT DATARAN TINGGI DIENG


Tesis ini mengkaji mitos rambut gembel sebagai pembentuk identitas
masyarakat dataran tinggi Dieng. Mitos rambut gem bel dilihat terkait ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007868301 Alf m/R.17.1.1Perpustakaan Pusat (REF.17.1.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 Alf m/R.17.1.1
    Penerbit Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 240 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301 Alf m
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Tesis ini mengkaji mitos rambut gembel sebagai pembentuk identitas
    masyarakat dataran tinggi Dieng. Mitos rambut gem bel dilihat terkait dengan
    pembentukan identitas di tengah terjadinya komodifikasi budaya. Tujuan dari tesis
    ini untuk mengetahui pada aras mana identitas paling kuat terjadi. Selanjutnya,
    untuk mengamati terjadinya komodifikasi budaya.

    Kajian ini menggunakan konsep etnogenesis yang menggambarkan mitos
    sebagai pembentuk identitas budaya, serta konsep komodifikasi budaya yang
    menunjukkan budaya dapat dijadikan sebagai komoditas. Penelitian ini
    menggunakan strategi penelitian etnografi. Unit analisis dalam penelitian ini ialah
    masyarakat dataran tinggi Dieng sebagai pemilik mitos rambut gembel (aras
    mikro), Pokdarwis (aras meso), dan pemerintah (aras makro).

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mitos rambut gembel menjadi
    identitas masyarakat dataran tinggi Dieng tidak dibentuk di aras mikro karena
    tidak semua keluarga setuju menyertakan anaknya pada upacara ruwat rambut
    gembel secara masal. Pada aras meso, kepentingan menyertakan keluarga anak
    rambut gem bel pada pembentukan identitas masyarakat dataran tinggi Dieng
    didasarkan pada peningkatan ekonomi masyarakat Dieng melalui pariwisata.
    Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berperan menghubungkan antara pemerintah
    dengan individu, keluarga anak rambut gembel, wisatawan, serta orang-orang di
    luar komunitas Dieng melalui pelaksanaan upacara ruwat ram but gembel secara
    masal. Pada aras makro, peranan pemerintah adalah memberi legitimasi formal
    pada mitos rambut gembel sebagai identitas masyarakat dataran tinggi Dieng.
    Mitos ram but gembel kemudian dikomodifikasi melalui upacara ruwat ram but
    gembel secara masal yang menjadi puncak acara Dieng Culture Festival sebagai
    komoditas pariwisata.

    Penelitian menyimpulkan bahwa pembentukan identitas masyarakat
    dataran tinggi Dieng melalui mitos ram but gembel, paling kuat terjadi pada aras
    meso. Akan tetapi, jika pada aras mikro tidak didorong untuk mengakui mitos
    rambut gembel sebagai bagian dari identitas mereka maka hal itu tidak akan
    terjadi. Selain itu, jika pada aras makro tidak melakukan inisiatif untuk
    menjadikannya sebagai identitas maka tidak akan dikomodifikasi. Komodifikasi
    mitos rambut gembel dianggap mampu melestarikan budaya sambil memberikan
    manfaat ekonomi bagi masyarakat dataran tinggi Dieng. Namun, kesakralan,
    keaslian, dan maknanya memudar seiring dengan permintaan pasar.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi