<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55426">
 <titleInfo>
  <title>MITOS RAMBUT GEMBEL SEBAGAI IDENTITAS MASYARAKAT DATARAN TINGGI DIENG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alfian Febriyanto</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiv, 240 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Tesis ini mengkaji mitos rambut gembel sebagai pembentuk identitas &#13;
masyarakat dataran tinggi Dieng. Mitos rambut gem bel dilihat terkait dengan &#13;
pembentukan identitas di tengah terjadinya komodifikasi budaya. Tujuan dari tesis &#13;
ini untuk mengetahui pada aras mana identitas paling kuat terjadi. Selanjutnya, &#13;
untuk mengamati terjadinya komodifikasi budaya. &#13;
&#13;
Kajian ini menggunakan konsep etnogenesis yang menggambarkan mitos &#13;
sebagai pembentuk identitas budaya, serta konsep komodifikasi budaya yang &#13;
menunjukkan budaya dapat dijadikan sebagai komoditas. Penelitian ini &#13;
menggunakan strategi penelitian etnografi. Unit analisis dalam penelitian ini ialah &#13;
masyarakat dataran tinggi Dieng sebagai pemilik mitos rambut gembel (aras &#13;
mikro), Pokdarwis (aras meso), dan pemerintah (aras makro). &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses mitos rambut gembel menjadi &#13;
identitas masyarakat dataran tinggi Dieng tidak dibentuk di aras mikro karena &#13;
tidak semua keluarga setuju menyertakan anaknya pada upacara ruwat rambut &#13;
gembel secara masal. Pada aras meso, kepentingan menyertakan keluarga anak &#13;
rambut gem bel pada pembentukan identitas masyarakat dataran tinggi Dieng &#13;
didasarkan pada peningkatan ekonomi masyarakat Dieng melalui pariwisata. &#13;
Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) berperan menghubungkan antara pemerintah &#13;
dengan individu, keluarga anak rambut gembel, wisatawan, serta orang-orang di &#13;
luar komunitas Dieng melalui pelaksanaan upacara ruwat ram but gembel secara &#13;
masal. Pada aras makro, peranan pemerintah adalah memberi legitimasi formal &#13;
pada mitos rambut gembel sebagai identitas masyarakat dataran tinggi Dieng. &#13;
Mitos ram but gembel kemudian dikomodifikasi melalui upacara ruwat ram but &#13;
gembel secara masal yang menjadi puncak acara Dieng Culture Festival sebagai &#13;
komoditas pariwisata. &#13;
&#13;
Penelitian menyimpulkan bahwa pembentukan identitas masyarakat &#13;
dataran tinggi Dieng melalui mitos ram but gembel, paling kuat terjadi pada aras &#13;
meso. Akan tetapi, jika pada aras mikro tidak didorong untuk mengakui mitos &#13;
rambut gembel sebagai bagian dari identitas mereka maka hal itu tidak akan &#13;
terjadi. Selain itu, jika pada aras makro tidak melakukan inisiatif untuk &#13;
menjadikannya sebagai identitas maka tidak akan dikomodifikasi. Komodifikasi &#13;
mitos rambut gembel dianggap mampu melestarikan budaya sambil memberikan &#13;
manfaat ekonomi bagi masyarakat dataran tinggi Dieng. Namun, kesakralan, &#13;
keaslian, dan maknanya memudar seiring dengan permintaan pasar.</note>
 <note type="statement of responsibility">Alfian Febriyanto</note>
 <subject authority="">
  <topic>Mitos Rambut Gembel, Identitas, Etnogenesis, Komod</topic>
 </subject>
 <classification>301 Alf m</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>301 Alf m/R.17.1.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007868</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.1.1)</sublocation>
    <shelfLocator>301 Alf m/R.17.1.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>55426</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-23 08:18:45</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-07-05 13:12:11</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>