Detail Cantuman

Image of Naskah Dungane Tiyang Atur-Atur Dhateng Brahma : Edisi teks dan kajian fungsi

Text  

Naskah Dungane Tiyang Atur-Atur Dhateng Brahma : Edisi teks dan kajian fungsi


Penelitian ini dilatar belakangi oleh ditemukannya naskah lama yang
dalam penyalinannya terdapat beberapa varian. Naskah yang berjudul ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007814808.83 Roh n/R.18.239.2Perpustakaan Pusat (REF.239.2)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    808.83 Roh n/R.18.239.2
    Penerbit Fakultas Ilmu Budaya Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 190 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    808.83 Roh n
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini dilatar belakangi oleh ditemukannya naskah lama yang
    dalam penyalinannya terdapat beberapa varian. Naskah yang berjudul Dungane
    Tiyang Atur-atur Dhateng Brama (DTADB) merupakan naskah jamak dan
    berbentuk prosa yang tersimpan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
    Secara filologis teks naskah ini ditemukan adanya penyimpangan berupa kasus
    salah tulis. Berdasarkan segi isi, naskah DTADB berisi tentang doa-doa yang
    digunakan oleh masyarakat suku Tengger untuk upacara ritual. Penelitian secara
    filologis memiliki tujuan untuk menyajikan edisi teks yang bersih dari kesalahan
    beserta dengan terjemahannya.

    Pada penelitian filologi tahapan yang dilakukan antara lain pelacakan
    naskah, inventarisasi, perbandingan untuk mengetahui naskah mana yang lebih
    unggul yang akan dijadikan sebagai naskah landasan, dan suntingan teks. Hasil
    suntingan teks akan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berdasarkan prinsip
    kerja terjemahan harfiah dan bebas. Hasil terjemahan akan memudahkan untuk

    . mengetahui fungsi doa yang terdapat pada teks naskah DTADB.

    Hasil penelitian terhadap teks naskah DTADB menunjukkan bahwa naskah
    A (KBG 23, Rol 187.03) merupakan naskah yang paling unggul sehingga dapat
    dijadikan sebagai naskah landasan. Sedangkan naskah B (KBG 23), dan naskah C
    (KBG 22, Rol 187.02) akan digunakan sebagai naskah pembanding dalam kasus
    salah tulis. Kasus salah tulis yang terdapat di dalamnya yaitu, 11 kasus substitusi,
    29 kasus omisi, dan 13 kasus adisi. Naskah DTADB memuat tentang 24 doa yang
    digunakan oleh masyarakat suku Tengger pada saat melakukan ritual upacara adat
    dan akan diklasifikasikan menjadi 3 hal.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi