Text
Rancangan intervensi pengembangan perilaku prososial berbasis kognitif dan empati pada siswa sekolah dasar
Anak berusia 6 tahun, Ryan, memiliki inisiatif dan rnembantu membuat sumur
untuk bisa menyalurkan air bersib (ryanswell.ca). Pada tahap ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007815 150 Azi r/R.19.1.2 Perpustakaan Pusat (REF.19.1.2) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 150 Azi r/R.19.1.2Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2017 Deskripsi Fisik xii, 183 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 150 Azi rTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab Azizatul Adni -
Anak berusia 6 tahun, Ryan, memiliki inisiatif dan rnembantu membuat sumur
untuk bisa menyalurkan air bersib (ryanswell.ca). Pada tahap perkembangan yang
sama, siswa kelas 2 SD melakukan tindakan kekerasan yang menyebabkan korban
meninggal (metro.sindonews.com). Kedua fenomena tersebut menunjukkan bahwa
pada anak perilaku positif dan negatif rnemiliki kemungkinan yang sama untuk
dapat rnuncul. Hasil pengambilan data awal menunjukkan bahwa perilaku bullying
juga muncul pada siswa kelas 4 dan 5 sekolah dasar. Hasil pengambilan data awal
menunjukkan terlihat adanya perilaku memukul, rnendorong, mengejek,
memberikan julukan, mengasingkan, melempar barang dan menyebarkan berita
yang tidak benar rnengenai siswa lain. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan
bahwa perilaku agresi rnerupakan prediktor terbaik adanya keterlibatan dalam
tindak kriminal mendatang. HasiI penelitian sebelumnyajuga menunjukkan bahwa
perilaku prososial rnemiliki hubungan dengan perilaku agresi. Adanya pengaruh
dari perilaku agresi, dan hubungan perilaku prososiaI dengan agresi maka
diasumsikan peningkatan perilaku prososial dapat digunakan untuk mengurangi
rnunculnya perilaku agresi. Dalam upaya rneningkatkan perilaku prososial, maka
perlu untuk memfokuskan pada determinan tertentu. Berdasarkan hasil
pengambilan data awal, penelitian ini akan difokuskan pada detenninan kognitif
dan empati yang bertujuan untuk melibat peran dari masing-masing dalam
kemunculan perilaku prososial. Pendekatan kualitatif dengan metode story
completion digunakan dalarn penelitian ini. Peneliti melakukan interview kepada
21 siswa dengan rentang usia 10-11 tahun, Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat 82 respon prososial yang muncul dari total 84 respon. Dimensi dari
determinan kognitifyang paling banyak berperan yang dijadian sebagai alasan dari
munculnya perilaku prososial yang dilakukan oleh partisipan adalah dimensi role
taking. Sedangkan pada deterrninan empati, dimensi empathic distress merupakan
dimensi yang banyak berperan. Basil tersebut kemudian dijadikan sebagai dasar
dalam menyusun program intervensi yang difokuskan pada area pengembangan
role laking dan empathic distress. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






