<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55335">
 <titleInfo>
  <title>BUDAYA POLITIK ELIT PARTAI :</title>
  <subTitle>KONFLIK PEMILIHAN ANGGOTA DPRD DI KABUPATEN BOMBANA PROPINSI SULEWESI TENGGARA TAHUN 2014</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Dodi Santoso</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vii, 111 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kebudayaan dan politik menjadi hal yang saling terkait satu sama lain, &#13;
dalam setiap momen dan peristiwa yang melibatkan kedua hal tersebut, begitu &#13;
pula dalam rangkaian kegiatan pemilu di daerah. Sistem desentralisasi membuat &#13;
daerah dapat mengatur dengan lebih leluasa urusannya sendiri, begitu pun soal &#13;
pemilihan kepala daerah maupun anggota DRPD nya. Di dalam tipologi &#13;
masyarakat yang cenderung homogen, pemilihan kepala daerah dan anggota &#13;
dewan perwakilan rakyat daerah menjadi menarik, hal ini di karenakan faktor &#13;
budaya, adat, serta kebiasaan masyarakat tersebut bisa menjadi unsur yang &#13;
dominan masyarakat tersebut dalam memilih kepala daerah dan wakil rakyat nya. &#13;
&#13;
Pemilihan kepala daerah maupun anggota DPRD di daerah memang rent an &#13;
akan berbagai konflik, baik itu vertikal maupun horisontal sering kali menjadi &#13;
masalah laten hampir di setiap penyelenggaran pilkada di daerah. Lewis Coser &#13;
dalam bukunya The Functions Of Social Conflict ini, mengutip dan &#13;
mengembangkan gagasan George Siminel untuk kemudian dikembangkan. &#13;
penjelasan tentang teori konflik Simmel sebagai berikut: Simmel memandang &#13;
pertikaian sebagai gejala yang tidak mungkin dihindari dalam masyarakat struktur &#13;
sosial dilihatnya sebagai gejala yang mencakup berbagai proses asosiatif dan &#13;
disosiatif yang tidak mungkin terpisahp isahkan, namun dapat dibedakan dalam &#13;
analisa. konflik dapat merupakan proses yang bersifat instrumental dalam &#13;
pembentukan, penyatuan dan pemeliharaan struktur sosial. konflik dapat &#13;
menempatican dan menjaga garis batas antara dun atau lebih kelompok. konflik &#13;
dengan kelompok lain dapat memperkuat kembali identitas kelompok dan &#13;
melindunginya agar tidak lebur ke dalam dunia sosial di sekelilingnya. &#13;
&#13;
Dalam penelitian kali penulis mengambil tema tentang konflik pemilihan &#13;
anggota DPRD di kabupaten bombana. masyarakat bombana yang cenderung &#13;
homogen secara kultur, temyata beragam dalam menanggapi pemilihan di daerah &#13;
terutama pemilihan anggota DPRD yang penulis fokuskan. dan hasil penelitian di &#13;
dapat, bahwa konflik dalam lingkup yang lebih kecil yakni keluarga dapat di &#13;
jadikan sebagai pangkal konflik yang lebih luas, selanjutnya hal hii akan menjadi &#13;
masalah laten yang sewaktu-waktu dapat timbul kembali. selanjutnya adalah &#13;
masalah mentalitas dan kesiapan masyarakat dalam merespon sistem pemilu yang &#13;
sekarang ini, dimana liberalisasi terjadi sehingga siapa pun dapat mencalonkan &#13;
menjadi anggota dewan tanpa harus mempertimbangkan apakah ia kader partai &#13;
atau orang yang telah mengabdi dan menjalani sejumlah proses kaderisasi di &#13;
partai politik. Hal ini tentunya menimbulkan persoalan di dalam partai politik itu &#13;
sendiri maupun dalam praktik di lapangan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Dodi Santoso</note>
 <subject authority="">
  <topic>desentralisasi, konflik, budaya, homogen, masalah </topic>
 </subject>
 <classification>324.259 88 Dod b</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>324.259 88 Dod b/R.17.84.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007817</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.17.84.1)</sublocation>
    <shelfLocator>324.259 88 Dod b/R.17.84.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>55335</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-19 10:13:15</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-01 10:11:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>