Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

Asesmen taijin kyofusho menggunakan pendekatan implisit


Taijin Kyofusho (TKS) merupakan salah satu pengekspresian kecemasan
sosial pada budaya Jepang. TKS didefinisikan sebagai rasa takut akan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007818155.5 Nad a/R.19.93.1Perpustakaan Pusat (REF.93.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    155.5 Nad a/R.19.93.1
    Penerbit Fakultas Psikolgi Unpad : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 116 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    155.5 Nad a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Taijin Kyofusho (TKS) merupakan salah satu pengekspresian kecemasan
    sosial pada budaya Jepang. TKS didefinisikan sebagai rasa takut akan mengganggu
    orang lain dalam situasi sosial yang disebabkan oleh keadaan fisik yang dimiliki
    dalam diri, seperti wajah yang merona, tatapan mata, atau bau badan (Takahashi,
    1989; Liem, 2013). Selain di Jepang, kasus TKS juga ditemukan di budaya lain,
    termasuk di Indonesia. Vriends dan kolega (20 13) menemukan bahwa TKS relevan
    secara klinis pada sampel orang Indonesia, di mana latar belakang budaya Indonesia
    berasosiasi dengan simptom-simptom TKS. Dalam TKS, ketakutan berfokus pad a
    perilaku individu yang akan mempermalukan orang lain ketimbang
    mempermalukan diri sendiri. Maka, TKS dapat mengaktifkan kecenderungan
    menghindar di situasi sosial sehingga dapat mencegah individu TKS untuk tidak
    mempermalukan orang lain. Reaksi menghindar merupakan perilaku otomatis
    untuk mengurangi stimulus yang mengancam bagi orang dengan kecemasan sosial.
    Pada level kognitif, bias atensi berperan dalam reaksi menghindari stimulus yang
    mengancam, yang diwakilkan oleh ekpresi wajah. Pengukuran implisit telah
    berhasil digunakan dalam studi aspek kognitif dalam kecemasan dan berbagai
    macam gangguan kecemasan. Namun, belum ada penelitian terpublikasi mengenai
    pengukuran implisit pada TKS di Indonesia, sementara budaya Indonesia
    berasosiasi dengan simptom TKS. Pada penelitian ini akan dilihat penggunaan
    metode implisit AA T pada remaja TKS. Appraoch-Avoidance Task (AA T)
    digunakan untuk mengukur bias atensi dan bertujuan untuk mengetahui stimulus
    ekspresi wajah tertentu yang berpotensi mengancam. Sejumlah 124 remaja dengan
    TKS Tinggi dan 118 remaja dengan TKS Rendah bereaksi terhadap stimulus
    ekspresi wajah dengan fitur emosi marah, netral, dan senang dengan cara menarik
    joystick mendekati diri (approach) dan mendorong joystick menjauhi diri
    (avoidance). Hasil dari asesmen menunjukan bahwa kelompok TKS Tinggi
    memiliki kecenderungan menghindari ekspresi wajah marah dan hal tersebut
    berbeda secara signifikan dengan kecenderungan mendekati ekspresi senang (sig =
    0,049). Sementara, tidak ada perbedaan ya:1g ditemukan pada kelompok dengan
    TKS Rendah.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi