<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55334">
 <titleInfo>
  <title>Asesmen taijin kyofusho menggunakan pendekatan implisit</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nadia Iswari Pinandita</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jatinangor</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Psikolgi Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvi, 116 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Taijin Kyofusho (TKS) merupakan salah satu pengekspresian kecemasan &#13;
sosial pada budaya Jepang. TKS didefinisikan sebagai rasa takut akan mengganggu &#13;
orang lain dalam situasi sosial yang disebabkan oleh keadaan fisik yang dimiliki &#13;
dalam diri, seperti wajah yang merona, tatapan mata, atau bau badan (Takahashi, &#13;
1989; Liem, 2013). Selain di Jepang, kasus TKS juga ditemukan di budaya lain, &#13;
termasuk di Indonesia. Vriends dan kolega (20 13) menemukan bahwa TKS relevan &#13;
secara klinis pada sampel orang Indonesia, di mana latar belakang budaya Indonesia &#13;
berasosiasi dengan simptom-simptom TKS. Dalam TKS, ketakutan berfokus pad a &#13;
perilaku individu yang akan mempermalukan orang lain ketimbang &#13;
mempermalukan diri sendiri. Maka, TKS dapat mengaktifkan kecenderungan &#13;
menghindar di situasi sosial sehingga dapat mencegah individu TKS untuk tidak &#13;
mempermalukan orang lain. Reaksi menghindar merupakan perilaku otomatis &#13;
untuk mengurangi stimulus yang mengancam bagi orang dengan kecemasan sosial. &#13;
Pada level kognitif, bias atensi berperan dalam reaksi menghindari stimulus yang &#13;
mengancam, yang diwakilkan oleh ekpresi wajah. Pengukuran implisit telah &#13;
berhasil digunakan dalam studi aspek kognitif dalam kecemasan dan berbagai &#13;
macam gangguan kecemasan. Namun, belum ada penelitian terpublikasi mengenai &#13;
pengukuran implisit pada TKS di Indonesia, sementara budaya Indonesia &#13;
berasosiasi dengan simptom TKS. Pada penelitian ini akan dilihat penggunaan &#13;
metode implisit AA T pada remaja TKS. Appraoch-Avoidance Task (AA T) &#13;
digunakan untuk mengukur bias atensi dan bertujuan untuk mengetahui stimulus &#13;
ekspresi wajah tertentu yang berpotensi mengancam. Sejumlah 124 remaja dengan &#13;
TKS Tinggi dan 118 remaja dengan TKS Rendah bereaksi terhadap stimulus &#13;
ekspresi wajah dengan fitur emosi marah, netral, dan senang dengan cara menarik &#13;
joystick mendekati diri (approach) dan mendorong joystick menjauhi diri &#13;
(avoidance). Hasil dari asesmen menunjukan bahwa kelompok TKS Tinggi &#13;
memiliki kecenderungan menghindari ekspresi wajah marah dan hal tersebut &#13;
berbeda secara signifikan dengan kecenderungan mendekati ekspresi senang (sig = &#13;
0,049). Sementara, tidak ada perbedaan ya:1g ditemukan pada kelompok dengan &#13;
TKS Rendah.</note>
 <note type="statement of responsibility">Nadia Iswari Pinandita</note>
 <subject authority="">
  <topic>asesmen implisit, AA T, bias atensi. remaja, taiji</topic>
 </subject>
 <classification>155.5 Nad a</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.5 Nad a/R.19.93.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007818</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.93.1)</sublocation>
    <shelfLocator>155.5 Nad a/R.19.93.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>55334</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-19 10:09:39</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-02 09:05:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>