Detail Cantuman

Image of STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MEMPERSIAPKAN KOTA BANDUNG SEBAGAI DESTINASI WISATA HALAL (Studi Kasus Pada Pengembangan Wisata Halal Oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat)

Text  

STRATEGI KOMUNIKASI DALAM MEMPERSIAPKAN KOTA BANDUNG SEBAGAI DESTINASI WISATA HALAL (Studi Kasus Pada Pengembangan Wisata Halal Oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat)


Penelitian ini dibuat oleh Soraya Ratna Pratiwi dengan nomor pokok
mahasiswa 210120150026 yang merupakan mahasiswi magister Fakultas Ilmu

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007819302.2 Sor s/R.21.164.1Perpustakaan Pusat (REF.164.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Sor s/R.21.164.1
    Penerbit Fakultas Ilmu Komunikasi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xix, 150 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Sor s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini dibuat oleh Soraya Ratna Pratiwi dengan nomor pokok
    mahasiswa 210120150026 yang merupakan mahasiswi magister Fakultas Ilmu
    Komunikasi Universitas Padjadjaran. Penelitian ini berjudul "Strategi Komunikasi
    Dalam Mempersiapkan Kota Bandung Sebagai Destinasi Wisata Halal (Studi Kasus
    Pada Pengembangan Wisata Halal Oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi
    Jawa Barat)". Dalam melakukan penelitian, peneliti dibantu oleh kedua pembimbing
    yakni Dr. Susanne Dida, M.M dan Dr. Nuryah Asri S., M.Si.

    Pariwisata merupakan sektor industri yang bertahan di tengah krisis global.

    Salah satu jenis wisata yang sedang berkembang adalah wisata ramah muslim
    (Muslim Friendly Tourism) atau biasa juga dikenal dengan wisata halal. Wisata halal
    dibuat demi memenuhi kebutuhan pasar muslim akan tersedianya penyelenggraan
    wisata yang sesuai dengan aturan-aturan Islam. Pengembangan wisata halal di
    Indonesia dilakukan baik pada tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten / kota. Jawa
    Barat sebagai provinsi dengan jumlah penduduk muslim terbesar di Indonesia kini
    sedang bergerak mendukung pertumbuhan wisata halal. Dari 26 kabupaten/ kota di
    Jawa Barat, Kota Bandung dipandang sebagai kota yang mampu merepresentasikan
    wisata halal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui konsep wisata halal Kota
    Bandung; (2) menganalisis perencanaan strategi komunikasi dalam mempersiapkan
    Kota Bandung sebagai destinasi wisata halal; (3) menganalisis kendala perencanaan
    strategi komunikasi dalarn mempersiapkan Kota Bandung sebagai destinasi wisata
    halal; (4) menganalisis alasan kurangnya kesadaran (awareness) pemerintah dan
    pelaku industry wisata.

    Penelitian ini menggunakan teori Konstruksi Sosial Atas Realita. Metodologi
    dalam penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi
    kasus. Data primer dalam penelitian didapat melalui wawancara mendalam dan
    observasi. Sedangkan data sekunder didapat melalui dokumen terkait wisata halal.
    Dari seluruh rangkaian proses penelitian diperoleh hasil yang menunjukkan bahwa:
    (1) Konsep wisata halal di Kota Bandung cenderung mengarah pada moslemfriendly
    tourism. Saat ini, kondisi Kota Bandung dinilai sudah mampu menunjang wisata
    halal. Namun, masih ada beberapa kekurangan pada SDM dan infrastruktur (2)
    Inisiatif penyiapan strategi komunikasi dalam membangun sector wisata Kota
    Bandung sebagai destinasi wisata halal dilakukan secara penta helix oleh Dinas
    Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat melalui sosialisasi untuk
    menurnbuhkan kesadaran (awareness) kepada SKPD terkait. Selain Dinas Pariwisata

    . dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, beberapa lembaga lain seperti Enhaii Halal
    Tourism Center (EHTC) dan Salman Halal Center juga melakukan sosialisasi serupa
    kepada para pemangku kepentingan lain dan masyarakat, (3) Dalam mengembangkan
    wisata halal di Kota Bandung terdapat beberapa hambatan antara lain: kepedulian

    iv

    para pemangku kepentingan yang belum terbangun, masyarakat yang dinilai kurang
    mengkritisi aspek halal di produk atau jasa wisata yang ada di Kota Bandung, jumlah
    dan varian produk pendukung wisata halal di Kota Bandung yang tidak seimbang
    dengan jumlah produk yang telah disertifikasi halal, anggaran biaya, baik dari
    Lembaga Pemerintah maupun lembaga swasta, serta jumlah tenaga ahli untuk
    melakukan sertifikasi halal dan mengauditnya masih kurang (4) Kurangnya kesadaran
    untuk mengembangkan wisata halal dapat diasosiasikan dengan keterlambatan
    pengembangan wisata halal di Indonesia. Keterlambatan ini karena masih minimnya
    perhatian Pemerintah dalam menangkap peluang industri wisata halal
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi