Detail Cantuman

Image of Analisis faktor yang berpengaruh terhadap kejadian ventilator associated pneumonia (VAP) di ruang GICU RSUP dr. Moh. Hoesin Palembang

Text  

Analisis faktor yang berpengaruh terhadap kejadian ventilator associated pneumonia (VAP) di ruang GICU RSUP dr. Moh. Hoesin Palembang


Ventilator associated pneumonia (V AP) adalah infeksi nosokomial yang paling sering
terjadi di area kritis. V AP dapat meningkatkan lama ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007822610.730 1 Yul a/R.22.269.3Perpustakaan Pusat (REF.269.3)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.730 1 Yul a/R.22.269.3
    Penerbit Fakultas Keperawatan Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 94 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.730 1
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Ventilator associated pneumonia (V AP) adalah infeksi nosokomial yang paling sering
    terjadi di area kritis. V AP dapat meningkatkan lama rawat, meningkatkan biaya,
    menimbulkan kecacatan dan kematian di ICU. Selama periode Januari-Juli 2016 rata-rata
    kejadian V AP di ruang GICU adalah 4,25 0/00 dan merupakan infeksi nosokomial tertinggi
    di RSMH Palembang. Meskipun telah dilakukan pengendalian infeksi dan bundles
    pencegahan V AP di ICU, namun insiden V AP tetap muncul. Faktor yang diteliti dalam
    penelitian ini adalah skor APACHE n, lama pemakaian antibiotik, lama pemakaian
    ventilator, intubasi ulang dan kepatuhan kebersihan tangan. Tujuan penelitian ini adalah
    untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kejadian V AP di ruang
    GICURSMH

    Metode penelitian ini menggunakan desain observasi analitik dengan pendekatan
    kohort prospektif pada 61 responden yang memakai ventilator> 48 jam di ruang GICU
    RSMH Palembang selama periode Maret-Juni 2017. Pemilihan sampeI dilakukan dengan
    tehnik consecutive sampling. Penegakan diagnosis berdasarkan kriteria klinis dan
    mikrobiologi pada Pneumonia 1 dengan instrumen CPIS.

    VAP terjadi pada 12 pasien (19,7%). Hasil uji bivariat menunjukkan ada pengaruh
    skor APACHE IT (p:O,043), lama pemakaian antibiotik (p:O,023), intubasi ulang (p:O,001)
    dan lama pemakaian ventilator p:(O,OOl) terhadap kejadian V AP. Hasil uji regresi logistik
    menunjukkan bahwa intubasi ulang dan lama ventilator adalah faktor yang paling
    berpengaruh terhadap V AP dengan probabilitas 92,2%. Intubasi ulang adalah faktor
    yang paling berpengaruh terhadap V AP.

    Perawat harus Iebih memperhatikan pasien risiko tinggi YAP yaitu pasien
    dengan skor APACHE II tinggi (> 20), lama antibiotik > 8 hari, intubasi uIang,
    lama ventilator > 5 hari. Perawat kritis harus melakukan pengkaiian kesiapan
    ekstubasi dan weaning sedasi setiap hari, sedangkan RS harus membuat kebijakan
    dan pelatihan terkait pengambilan keputusan ekstubasi untuk mencegah insiden
    intubasi ulang yang dapat menyebabkan V AP.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi