Text
Intervensi taijin kyofusho menggunakan pendekatan implisit
Penelitien ini berjudul " Intervensi Taijin Kyofusho (TKS) menggunakan Pendekatan
ImpJisit.: Pengembangan Intervensi Re - Training Approach ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007823 155.5 Vib i/R.19.99.1 Perpustakaan Pusat (REF.99.1) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 155.5 Vib i/R.19.99.1Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor., 2017 Deskripsi Fisik xvii, 132 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 155.5 Vib iTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab Vibry Carira Budhiniar -
Penelitien ini berjudul " Intervensi Taijin Kyofusho (TKS) menggunakan Pendekatan
ImpJisit.: Pengembangan Intervensi Re - Training Approach Avoidance Task (AAT) untuk
Mengurangi Bias Atensi pada Remaja Awal dengan Taijin Kyofusho (TKS)". Kecemasan
sosial didefinisikan sebagai pengalaman kognisi dan perasaan yang muncul karena adanya
persepsi bahwa diri individu dievaluasi negatif oleh !ingkungannya yang mencakup
ketergugahan fisiologis yang tidak menyenangkan dan takut akan bahaya psikologis (Learly
& Kowalksy dalam Hoffman, 2010). Dalam setiap budaya terdapat konstruk yang berbeda
untuk menggambarkan pengalaman kecemasan dalam situasi sosial. Istilah Taijin Kyofusho
(TKS) merupakan gambaran konstruk kecemasan yang ada pada negara Timur. Umumnya
gejala TKS terjadi pada masa remaja. Pada periode ini remaja sudah mampu
mengembangkan keterampilan sosial kognitif yang memungkinkan mereka membandingkan
dirinya dengan orang lain dan mengamati serta menginterpretasikan situasi dari perspektif
orang lain. Remaja dengan TKS akan mengalami perasaan cemas yang membuat orang lain
merasa tidak nyaman atau tersinggung saat mereka mengeluarkan infonnasi atau perasaan
tertentu. Remaja dengan TKS akan mengalami bias atensi. M erek a cenderung
mengalokasikan atensinya untuk melakukan evaluasi agar dapat mendeteksi kekurangan pada
diri mereka yang dapat membuat orang lain tidak nyaman saat berinteraksi di lingkungan
sosial (Beck & Emery, 1985). Akibatnya remaja awal dengan TKS melakukan penghindaran
sosial dan semakin membuat mereka berada lingkaran kecemasan. Proses bias atensi yang
dialami oleh remaja awal dengan TKS ini dapat dimanipulasi dengan cara membentuk
asosiasi baru melalui re-training individu untuk mendekati objek yang menjadi pemicu
kecemasan di situasi sosial. Remaja awal diberikan intervensi implisit menggunakan re
training Approach Avoidance Task (AA T) sebagai upaya membuat altematif pada proses
kognisi yang berasosiasi implisit pada remaja awal yang mengalami TKS tinggi. Intervensi
ini diberikan kepada remaja awal berusia 12 - 14 tahun yang mengalami TKS tinggi
berdasarkan skor kuisioner Taijin Kyofusho Scale sebanyak 72 orang. Intervensi dilakukan
dengan menggunakan program software AA T yang dirancang menggunakan stimulus
ekspresi emosi yang telah di validasi. Para partisipan ini dilatih untuk mendekati (approach)
pada stimuli ekspresi emosi marah (angry). Studi ini dilaksanakan dengan metode
eksperimental yaitu Pretest - Posttest Control Group Design. Hasil pretest dan posttest pada
kelompok eksperimen (n= 36) dan kontrol (n= 36) dianalisa dengan menggunakan uji t
paired sample untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi implisit melalui AA T
terhadap tingkat penurunan bias atensi. Hasil pre test dan post test AA T Approach Avoidance
Tendency Angry menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen terdapat perbedaan
signifikan antara nilai pre test dan post test (Sig = 0,000 < a = 0,05, Ho ditolak). Artinya
intervensi implisit melalui re-training AA T berpengaruh terhadap berkurangnya bias atensi
sehingga tingkat kecemasan sosial pada remaja awal dengan TKS mengalami penurunan.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






