<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55324">
 <titleInfo>
  <title>Intervensi taijin kyofusho menggunakan pendekatan implisit</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Vibry Carira Budhiniar</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jatinangor</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Psikologi UNPAD</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xvii, 132 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitien ini berjudul &quot; Intervensi Taijin Kyofusho (TKS) menggunakan Pendekatan &#13;
ImpJisit.: Pengembangan Intervensi Re - Training Approach Avoidance Task (AAT) untuk &#13;
Mengurangi Bias Atensi pada Remaja Awal dengan Taijin Kyofusho (TKS)&quot;. Kecemasan &#13;
sosial didefinisikan sebagai pengalaman kognisi dan perasaan yang muncul karena adanya &#13;
persepsi bahwa diri individu dievaluasi negatif oleh !ingkungannya yang mencakup &#13;
ketergugahan fisiologis yang tidak menyenangkan dan takut akan bahaya psikologis (Learly &#13;
&amp; Kowalksy dalam Hoffman, 2010). Dalam setiap budaya terdapat konstruk yang berbeda &#13;
untuk menggambarkan pengalaman kecemasan dalam situasi sosial. Istilah Taijin Kyofusho &#13;
(TKS) merupakan gambaran konstruk kecemasan yang ada pada negara Timur. Umumnya &#13;
gejala TKS terjadi pada masa remaja. Pada periode ini remaja sudah mampu &#13;
mengembangkan keterampilan sosial kognitif yang memungkinkan mereka membandingkan &#13;
dirinya dengan orang lain dan mengamati serta menginterpretasikan situasi dari perspektif &#13;
orang lain. Remaja dengan TKS akan mengalami perasaan cemas yang membuat orang lain &#13;
merasa tidak nyaman atau tersinggung saat mereka mengeluarkan infonnasi atau perasaan &#13;
tertentu. Remaja dengan TKS akan mengalami bias atensi. M erek a cenderung &#13;
mengalokasikan atensinya untuk melakukan evaluasi agar dapat mendeteksi kekurangan pada &#13;
diri mereka yang dapat membuat orang lain tidak nyaman saat berinteraksi di lingkungan &#13;
sosial (Beck &amp; Emery, 1985). Akibatnya remaja awal dengan TKS melakukan penghindaran &#13;
sosial dan semakin membuat mereka berada lingkaran kecemasan. Proses bias atensi yang &#13;
dialami oleh remaja awal dengan TKS ini dapat dimanipulasi dengan cara membentuk &#13;
asosiasi baru melalui re-training individu untuk mendekati objek yang menjadi pemicu &#13;
kecemasan di situasi sosial. Remaja awal diberikan intervensi implisit menggunakan re­ &#13;
training Approach Avoidance Task (AA T) sebagai upaya membuat altematif pada proses &#13;
kognisi yang berasosiasi implisit pada remaja awal yang mengalami TKS tinggi. Intervensi &#13;
ini diberikan kepada remaja awal berusia 12 - 14 tahun yang mengalami TKS tinggi &#13;
berdasarkan skor kuisioner Taijin Kyofusho Scale sebanyak 72 orang. Intervensi dilakukan &#13;
dengan menggunakan program software AA T yang dirancang menggunakan stimulus &#13;
ekspresi emosi yang telah di validasi. Para partisipan ini dilatih untuk mendekati (approach) &#13;
pada stimuli ekspresi emosi marah (angry). Studi ini dilaksanakan dengan metode &#13;
eksperimental yaitu Pretest - Posttest Control Group Design. Hasil pretest dan posttest pada &#13;
kelompok eksperimen (n= 36) dan kontrol (n= 36) dianalisa dengan menggunakan uji t­ &#13;
paired sample untuk mengetahui pengaruh pemberian intervensi implisit melalui AA T &#13;
terhadap tingkat penurunan bias atensi. Hasil pre test dan post test AA T Approach Avoidance &#13;
Tendency Angry menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen terdapat perbedaan &#13;
signifikan antara nilai pre test dan post test (Sig = 0,000 &lt; a = 0,05, Ho ditolak). Artinya &#13;
intervensi implisit melalui re-training AA T berpengaruh terhadap berkurangnya bias atensi &#13;
sehingga tingkat kecemasan sosial pada remaja awal dengan TKS mengalami penurunan. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Vibry Carira Budhiniar</note>
 <subject authority="">
  <topic>Taijin Kyofusho, Bias Atensi, Intervensi Implisit,</topic>
 </subject>
 <classification>155.5 Vib i</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>155.5 Vib i/R.19.99.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007823</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.99.1)</sublocation>
    <shelfLocator>155.5 Vib i/R.19.99.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>55324</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-19 09:20:55</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-11-02 08:46:30</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>