Detail Cantuman

Image of Analisis faktor-faktor yang memengaruhi fatigue pada pasien hiv/aids di RSUD kota Bandung

Text  

Analisis faktor-faktor yang memengaruhi fatigue pada pasien hiv/aids di RSUD kota Bandung


Fatigue .adalah perasaan subjektif terkait kelelahan, kurangnya energi yang
disertai dengan perasaan Iemah yang tidak hilang atau berkurang ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007832617 Bai a/R.22.8.1Perpustakaan Pusat (REF.8.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617 Bai a/R.22.8.1
    Penerbit Fakultas Keperawatan Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 104 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    617 Bai a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Fatigue .adalah perasaan subjektif terkait kelelahan, kurangnya energi yang
    disertai dengan perasaan Iemah yang tidak hilang atau berkurang dengan istirahat
    malam yang cukup. Fatigue pada pasien HIV/AIDS dapat mengganggu aktivitas
    harian dan aktivitas sosial, kesulitan berkonsentrasi, menurunkan motivasi dan
    kualitas hidup pasien. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis beberapa faktor
    yang berhubungan dengan fatigue dan menganalisis faktor yang paling dominan
    memengaruhifatigue pada pasien HIV/AIDS.

    Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasional dengan rancangan
    cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling.
    Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 77 responden. Data dikumpulkan
    dengan menggunakan kuesioner skala pengukuran fatigue yang dimodifikasi dari
    HIV Related Fatigue Scale, PSQI, dan HADS. Selanjutnya data dianalisis dengan
    menggunakan uji coefficient contingency, pearson correlation dan spearman
    untuk melihat hubungan antara dua variabel serta uji regresi linier untuk
    menentukan faktor dominan yang berhubungan dengan fatigue.

    Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden (66,2%)
    tergolong memiliki tingkat fatigue berat. Faktor-faktor yang memiliki hubungan
    signifikan dengan fatigue, yaitu jenis kelamin, penghasilan, stadium penyakit,
    status nutrisi (indeks masa tubuh), kualitas tidur dan depresi (p < 0,05). Hasil
    analisis regresi linier menunjukkan faktor yang paling dominan berhubungan
    dengan fatigue adalah depresi (r = 0,531).

    Simpulan penelitian ini yaitu faktor depresi sebagai faktor yang paling
    dominan memengaruhi fatigue pasien HIV / AIDS. Penelitian lllI
    merekomendasikan perawat untuk melakukan deteksi dini depresi, berperan aktif
    sebagai konselor untuk penanganan depresi dan memberikan symptomps
    management terkait fatigue.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi