Text
KEBIJAKAN LUAR NEGERI JEPANG TERHADAP PEMBERLAKUAN ZONA IDENTIFIKASI PERTAHANAN UDARA CINA
Kasus sengeketa Kepulauan Senkaku menjadi salah satu konflik kedaulatan wilayah
yang paling kontroversial di Asia. Pasalnya, Jepang dan Cina ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007839 327 Fau k/R.17.89.1 Perpustakaan Pusat (REF.89.1) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 327 Fau k/R.17.89.1Penerbit Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Unpad : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xiii, 128 hlm. ; il. ; 29 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 327 Fau kTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab Faustina Tamisari -
Kasus sengeketa Kepulauan Senkaku menjadi salah satu konflik kedaulatan wilayah
yang paling kontroversial di Asia. Pasalnya, Jepang dan Cina sudah bersengketa atas
Kepulauan tersebut sejak tahun 1970.Konflik tersebut semakin memanas dengan
tindakan unilateral Cina yang agresif dengan memberlakukan Zona Identifikasi
Pertahanan Udara di Laut Cina Timur, laut yang mengelilingi Kepulauan yang
menjadi wilayah sengketa.Tindakan Cina ini dike cam oleh Jepang dan Amerika.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebijakan luar negeri Jepang yang
diimplementasikan dalam merespon kebijakan luar negeri Cina tersebut, mengetahui
kepentingan Cina di balik pemberlakukan kebijakan tersebut, yang akan dianalisis
dengan empat faktor pendorong perumusan kebijakan luar negeri John P. Lovel!.
Dengan menggunakan konsep kebijakan luar negeri perspektif strategi oleh John P.
Lovell, dan konsep akan Zona Identifikasi Pertahanan Udara itu sendiri, serta metode
kualitatif, penelitian ini menghasilkan kesimpulan, yakni Cina mengeluarkan
kebijakan tersebut akibat nasionalisasi Jepang terhadap Kepulauan Senkaku, dan
menjadikan kebijakan tersebut sebagai in strum en kedaulatan atas Kepulauan Senkaku.
Jepang memberikan respon melalui kebijakan non-recognition dan non-acceptance,
dengan tidak mengakui kebijakan luar negeri Cina tersebut dan memberikan mandat
kepada seluruh perusahaan penerbangan untuk tidak memberikan rencana
penerbangan dan identifikasi diri kepada Badan berwenang Cina. Jepang juga akan
menyesuaikan kebijakan dan tindakan berdasarkan sikap Cina untuk ke depannya.
Jepang mengeluarkan kebijakan defensif yang bertolak belakang dengan kebijakan
of ens if Cina.Jepang memandang pesimis sikap Cina, sehingga sebagai upaya defensif,
Jepang mempererat hubungan dengan sekutunya, Amerika, dan memperkuat
kekuatan miiitemya sendiri, dengan latihan bersama dan rencana revisi artikel 9
konstitusi Jepang mengenai pasifisme.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






