<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55199">
 <titleInfo>
  <title>Implikasi hukum putusan permanent court of arbitration bagi negara pihak yang menolak putusan tersebut dalam kasus sengketa laut China Selatan antara Filipina dengan Tiongkok pada tahun 2016</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Rafi D</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>fakultas hukum Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xii, 132 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Saat ini sengketa Laut China Selatan menjadi perhatian masyarakat &#13;
intemasional. Setelah sekian lama terjadi sengketa, Filipina membawa sengketa &#13;
tersebut ke Permanent Court of Arbitration. Putusan dari Permanent Court of &#13;
Arbitration mengatakan bahwa klaim Tiongkok mengenai nine dash line &#13;
terbantahkan dan tidak merniliki dasar hukum. Akan tetapi Tiongkok menolak &#13;
putusan terse but dan tetap agresif di Laut China Selatan sehingga berpotensi &#13;
menimbulkan instabilitas kawasan Laut China Selatan. Oleh karena itu dilakukan &#13;
penelitian untuk melihat implikasi putusan Permanent Court of Arbitration bagi &#13;
negara pihak dan negara sekitar kawasan Laut China Selatan serta langkah­ &#13;
langkah yang dapat dilakukan agar Tiongkok mematuhi putusan tersebut. &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis nonnatif dengan sifat &#13;
penelitian deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder &#13;
dengan dengan bahan hukum primer, sekunder, tersier berupa Piagam Perserikatan &#13;
Bangsa Bangsa, Konvensi Hukum Laut 1982, The South China Sea Arbitration &#13;
Award, serta buku ilmu hukum dan penelitian ilrniah lainnya. Penelitian deskriptif &#13;
analitis dimaksudkan untuk memberikan gambaran secara jelas dan menyeluruh &#13;
mengenai ketentuan-ketentuan hukum intemasional terkait pematuhan suatu &#13;
negara terhadap hukum intemasional yang akan dikaitkan analisisnya dengan &#13;
ketidakpatuhan Tiongkok terhadap putusan Permanent Court of Arbitration dalam &#13;
sengketa Laut China Selatan yang melibatkan Tiongkok dan Filipina. &#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagai pihak yang bersengketa, Filipina &#13;
dan Tiongkok barns melaksanakan dan menghormati putusan Permanent Court of &#13;
Arbitration tersebut karena sudah menjadi sumber hukum intemasional dan sifat &#13;
putusan yang final and binding. Bagi negara di sekitar kawasan Laut China &#13;
Selatan, putusan tersebut juga merniliki manfaat di dalam menghadapi agresivitas &#13;
Tiongkok dan pengaturan mengenai klaim maritim di kawasan Laut China &#13;
Selatan. Terkait langkah-Iangkah agar Tiongkok mematuhi putusan Permanent &#13;
Court of Arbitration, negara-negara yang berkepentingan di Laut China Selatan &#13;
dapat melakukan tekanan intemasional kepada Tiongkok, perundingan diplomatik &#13;
secara bilateral maupun multilateral. Perdamaian dan stabilitas kawasan harus &#13;
dicapai agar negara-negara yang berada di sekitar kawasan Laut China Selatan &#13;
dapat memaksimalkan potensi kelautan yang ada. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Muhammad Rafi D</note>
 <subject authority="">
  <topic>Arbitrase, Implikasi Hukum, Sengketa Laut China Se</topic>
 </subject>
 <classification>341 Muh i</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>341 Muh i/R.11.21.6</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007800</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.21.6)</sublocation>
    <shelfLocator>341 Muh i/R.11.21.6</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>55199</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-16 09:16:33</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-31 09:05:36</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>