Detail Cantuman

Image of Efektivitas acceptance and commitment therapy untuk meningkatkan fleksibilitas psikologis dalam melakukan perawatan diri pada penderita diabetes melitus tipe 2

Text  

Efektivitas acceptance and commitment therapy untuk meningkatkan fleksibilitas psikologis dalam melakukan perawatan diri pada penderita diabetes melitus tipe 2


Perawatan diri (self-care) diperlukan oleh pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2, dimana
perawatan diri yang dimaksud adalah dengan cara ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007793616.89 Sit e/R.19.248.7Perpustakaan Pusat (REF.19.248.7)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    616.89 Sit e/R.19.248.7
    Penerbit Fakultas Psikolog Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 124 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    616.89 Sit e
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Perawatan diri (self-care) diperlukan oleh pasien Diabetes Melitus (DM) tipe 2, dimana
    perawatan diri yang dimaksud adalah dengan cara penerapan pola hidup sesuai anjuran dokter
    sebagai gaya hidup yang baru. Hal ini menjadi tantangan utama untuk bisa menjaga stabilitas
    kondisi kesehatan pasien. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa salah satu aspek
    psikologis yang melandasi perilaku merawat diri ini adalah fleksibilitas psikologis yang
    terdiri dari acceptance, cognitive defusion, self as context, contact with the present moment,
    values dan commited action. Seseorang dengan fleksibilitas psikologis yang baik akan lebih
    mudah menyesuaikan diri dengan perubahan po la hidup baru sebagaimana dianjurkan oleh
    dokter. Dengan demikian, perlu ada intervensi yang tepat untuk memperkuat aspek tersebut.
    Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data empiris mengenai efektivitas Acceptance and
    Commitment Therapy (ACT) untuk meningkatkan fleksibilitas psikologis dalam melakukan
    perawatan diri pada penderita DM tipe 2.

    Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Penelitian ini
    dilakukan pada 4 orang partisipan yang memenuhi karakteristik yang ditetapkan yakni
    mendapat diagnosa DM 2, pendidikan minimal SMA, usia 20-40 tahun, merasa kesulitan
    dalam melakukan perawatan diri. Intervensi ACT dilakukan dalam 6 sesi. Fleksibilitas
    psikologis dari setiap partisipan sebelum dan sesudah intervensi diukur dengan Acceptance
    and Action Questionnaire (AAQ)-II dan perilaku merawat diri diukur melalui Summary of
    Diabetes Self-Care Activities (SDSCA) ditambah dengan wawancara dan observasi terhadap
    partisipan dan keluarga partisipan. Data kuantitatif yang diperoleh kemudian diolah dengan
    menggunakan uji statistik deskriptif dan uji Wi1coxon.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa ACT efektifuntuk meningkatkan fleksibilitas psikologis
    penderita DM tipe 2, dengan adanya peningkatan derajat fleksibilitas psikologis pada keempat
    partisipan terutama pada aspek acceptance, values, dan committed action. Meningkatnya
    fleksibilitas psikologis juga dipengaruhi keberhasilan pelaksanaan ACT dilihat dari 4 aspek
    yakni pemahaman terhadap sesi, manfaat dari sesi, kepuasan terhadap penyampaian terapis,
    dan ~juan khusus dari setiap sesi yang masuk ke dalam kategori sedang dan tinggi.
    Fleksibilitas psikologis sendiri memiliki keterkaitan dengan peningkatan kemampuan
    partisipan melakukan perawatan diri melalui penerapan pola hidup sesuai anjuran dokter di
    kehidupan sehari-hari, sehingga dengan meningkatnya fleksibilitas psikologis akan terjadi
    perubahan perawatan diri yang semakin baik. ACT dapat disarankan untuk digunakan sebagai
    intervensi oleh para psikolog yang bergerak dalam bidang psikologi kesehatan bagi para
    pasien DM tipe 2.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi