Detail Cantuman

Image of Analisis daya saing daerah 35 kabupaten / kota di Jawa Tengah

Text  

Analisis daya saing daerah 35 kabupaten / kota di Jawa Tengah


Provinsi Jawa Tengah memiliki daya saing yang tinggi. Namun, daya samg
KabupatenJ Kota tergo long menengah dan rendah. Kajian daya saing ini ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007775339.5 Sri a/R.12.78.1Perpustakaan Pusat (REF.12.78.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    339.5 Sri a/R.12.78.1
    Penerbit Fakultas Ekonomi Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 115 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    339.5 Sri a
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Provinsi Jawa Tengah memiliki daya saing yang tinggi. Namun, daya samg
    KabupatenJ Kota tergo long menengah dan rendah. Kajian daya saing ini
    menggunakan 5 faktor utama dan dijabarkan ke-dalam 28 sub faktor.

    Penelitian ini menggunakan data sekunder dan primer. pengolahan data
    menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan software expert choice.
    Hasil pembobotan para expert yakni faktor sumber daya manusia dan
    ketenagakerjaan 0,288, lingkungan yang produktif bisnis 0,242, perekonomian
    daerah 0197, infrastruktur dan sumber daya alam 0,184, dan perbankan dan
    keuangan 0.090.

    Penelitian ini menghasilkan skor daya saing untuk 35 kabupaten / kota di Jawa
    Tengah. Skor daya saing keseluruhan, kota Pekalongan mendapatkan skor tertinggi
    dan brebes dengan skor terendah. Kabupaten Kudus memiliki skor tertinggi dan
    kabupaten Cilacap memiliki skor terendah dalam daya saing perekonomian daerah.
    Daya saing sumber daya manusia dan ketenagakerjaan, Wonosobo memiliki skor
    tertinggi dan Brebes memiliki skor terendah. Daya saing lingkungan usaha produktif,
    Pekalongan kota memiliki skor tertinggi dan Brebes memiliki skor terendah. Daya
    saing infrastruktur dan sumber daya alam, Demak memiliki skor tertinggi dan Jepara
    memiliki skor terendah. Daya saing perbankan dan keuangan, kota Semarang
    memiliki skor tertinggi dan kabupaten Pekalongan memiliki skor terendah.

    Klasifikasi daya saing daerah dibagi menjadi empat kuadran. Penelitian im Juga
    menganalisis neraca daya saing daerah sehingga menghasilkan faktor advantage dan
    disadvantage untuk setiap KabupatenIKota. Klasifikasi dan Neraca daya saing
    daerah digunakan untuk merumuskan kebijakan pembangunan daerah dan
    peningkatan daya saing daerah.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi