<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55117">
 <titleInfo>
  <title></title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>SRIYANTO</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Ekonomi Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xiii, 115 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Provinsi Jawa Tengah memiliki daya saing yang tinggi. Namun, daya samg &#13;
KabupatenJ Kota tergo long menengah dan rendah. Kajian daya saing ini &#13;
menggunakan 5 faktor utama dan dijabarkan ke-dalam 28 sub faktor. &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan data sekunder dan primer. pengolahan data &#13;
menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan software expert choice. &#13;
Hasil pembobotan para expert yakni faktor sumber daya manusia dan &#13;
ketenagakerjaan 0,288, lingkungan yang produktif bisnis 0,242, perekonomian &#13;
daerah 0197, infrastruktur dan sumber daya alam 0,184, dan perbankan dan &#13;
keuangan 0.090. &#13;
&#13;
Penelitian ini menghasilkan skor daya saing untuk 35 kabupaten / kota di Jawa &#13;
Tengah. Skor daya saing keseluruhan, kota Pekalongan mendapatkan skor tertinggi &#13;
dan brebes dengan skor terendah. Kabupaten Kudus memiliki skor tertinggi dan &#13;
kabupaten Cilacap memiliki skor terendah dalam daya saing perekonomian daerah. &#13;
Daya saing sumber daya manusia dan ketenagakerjaan, Wonosobo memiliki skor &#13;
tertinggi dan Brebes memiliki skor terendah. Daya saing lingkungan usaha produktif, &#13;
Pekalongan kota memiliki skor tertinggi dan Brebes memiliki skor terendah. Daya &#13;
saing infrastruktur dan sumber daya alam, Demak memiliki skor tertinggi dan Jepara &#13;
memiliki skor terendah. Daya saing perbankan dan keuangan, kota Semarang &#13;
memiliki skor tertinggi dan kabupaten Pekalongan memiliki skor terendah. &#13;
&#13;
Klasifikasi daya saing daerah dibagi menjadi empat kuadran. Penelitian im Juga &#13;
menganalisis neraca daya saing daerah sehingga menghasilkan faktor advantage dan &#13;
disadvantage untuk setiap KabupatenIKota. Klasifikasi dan Neraca daya saing &#13;
daerah digunakan untuk merumuskan kebijakan pembangunan daerah dan &#13;
peningkatan daya saing daerah. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Sriyanto</note>
 <subject authority="">
  <topic>skor daya samg daerah, klasifikasi, neraca daya sa</topic>
 </subject>
 <classification>339.5 Sri a</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>339.5 Sri a/R.12.78.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007775</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.12.78.1)</sublocation>
    <shelfLocator>339.5 Sri a/R.12.78.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>55117</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-12 10:49:16</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-31 11:46:59</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>