Text
Wartegg drawing-completion test (WDCT) : alat bantu psikodiagnostik untuk diagnosis gangguan kecemasan sosial
WARTEGG DRAWING- COMPLETION TEST (WDCT) : ALAT
BANTU PSIKODIAGNOSTIK UNTUK DIAGNOSA GANGGUAN
KECEMASAN SOSIAL
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007766 616.89 Yog w/R.19.248.4 Perpustakaan Pusat (REF.19.248.4) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 616.89 Yog w/R.19.248.4Penerbit Fakultas Psikolog Unpad : Jatinangor., 2017 Deskripsi Fisik xiii, 166 hlm. ; il. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 616.89 Yog wTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik ReferencePernyataan Tanggungjawab Yogestri Rakhmahappin -
WARTEGG DRAWING- COMPLETION TEST (WDCT) : ALAT
BANTU PSIKODIAGNOSTIK UNTUK DIAGNOSA GANGGUAN
KECEMASAN SOSIAL
Yogestri Rakhmahappin, S. Psi. , Dr.Achmad Djunaidi, M Si., Prof Dr. Wilis
Srisayekti,
Kecemasan sosial merupakan ketakutan yang menyebabkan penderitanya
menghindari situasi sosial yang melibatkan interaksi sosial dan performance
(Liebowitz dalam Russell and Shaw, 2006). Persentasi individu dengan
kecemasan sosial di Indonesia cukup tinggi (Vriends, 2013). Beberapa
penelitian sebelumnya membuktikan bahwa gangguan-gangguan yang
bersifat patologis sudah dapat dideteksi secara cepat dan tepat dari tes
proyektif seperti Baum atau DAP, namun belum ada yang menggunakan
WDCT, termasuk untuk mengukur gangguan kecemasan sosial. Oleh karena
itu, penelitian ini menggunakan WDCT sebagai alat deteksi dini untuk
mengetahui individu yang memiliki kecemasan sosial.
Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mendapatkan gambaran karakteristik
dari hasil WDCT pada individu yang mengalami kecemasan sosial.
Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 320 orang yang terdiri dari 108
laki-laki dan 212 perempuan dengan rentang usia 15-17 tahun yang diambil
dari SMA negeri dan swasta di Kota Bandung. Partisipan dikelompokkan
berdasarkan keusioner LSAS menjadi golongan "Non Anxiety Control" (7),
"High Social Anxiety" (164), and "Social Anxiety Disorder" (115), dan 34
partisipan berada diantara NAC dan HSA. Hasil dari pengukuran WDCT
dari masing-masing golongan akan dibandingkan dan dikorelasikan dengan
LSAS. Untuk menguji model WDCT telah fit maka digunakan
Confirmatory Factor Analysis (CFA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kriteria tekanan
garis strong, dark shading, dan coretan/scribbles yang digambar oleh
individu NAC dengan individu yang mengalami gangguan kecemasan sosial
tingkat very sevevre. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa banyaknya
konten inanimate, banyaknya careful lines dan sedikit casual lines, serta
banyaknya abstraksi asymmetric dapat diasosiasikan dengan tingginya
tingkat kecemasan sosial, khususnya pada gejala takut dan menghindar.
Penemuan lebih lanjut, diketahui bahwa semakin tinggi nilai aspek
kepribadian seclusive memiliki arti semakin tingginya tingkat kecemasan
sosial. Data sekunder menunjukkan partisipan NAC membuat rangsang 4
sebagai gambar terakhir, sedangkan partisipan yang mengalami kecemasan
sosial menjadikan rangsang 7 sebagai gambar terakhir. Individu dengan
kecemasan sosial juga menunjukkan bahwa mereka menyukai dan
menganggap mudah rang sang 8. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






