Detail Cantuman

Image of Tes menggambar pohon (Baum Test) : alat bantu psikodiagnostik untuk diagnosa gangguan kecemasan sosial

Text  

Tes menggambar pohon (Baum Test) : alat bantu psikodiagnostik untuk diagnosa gangguan kecemasan sosial


TES MENGGAMBAR POHON ( BA UM TEST): ALAT BANTU
PSIKODIAGNOSTIK UNTUK DIAGNOSA GANGGUA.N
KECEMASAN SOSIAL

Septia D ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007770616.89 Sep t/R.19.248.6Perpustakaan Pusat (REF.19.248.6)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    616.89 Sep t/R.19.248.6
    Penerbit Fakultas Psikolog Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv, 114 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    616.89 Sep t
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Reference
    Pernyataan Tanggungjawab
  • TES MENGGAMBAR POHON ( BA UM TEST): ALAT BANTU
    PSIKODIAGNOSTIK UNTUK DIAGNOSA GANGGUA.N
    KECEMASAN SOSIAL

    Septia D Safrani, S.Psi., Dr.Achmad Djunaidi, M.Si., Prof. Dr.Wilis Srisayekti,

    Tes menggambar pohon (Tes Baum) adalah tes proyeksidan salah satu
    alat psikodiagnostik yang digunakan oleh beberapa penelitian sebelumnya
    untuk mendiagnosa gangguan patologis. Akan tetapi, Tes Baum belum pemah
    ada ditemukan dan divalidasi secara kuantitatif karakteristik gangguan
    kecemasan sosial khususnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk
    menemukan karakteristik pada aspek struktural dan morfologi dari Tes Baum.
    Hal ini berguna untuk mendeteksi ciri diagnosa gangguan kecemasan sosial.

    Subjek pada penelitian ini sejumlah 322 partisipan yang terdiri dari 107
    laki-laki dan 215 perempuan dengan rentang umur antara 15-17 tahun. Para
    partisipan berasal dari dua sekolah di Kota Bandung. Gangguan kecemasan
    sosial diukur dengan menggunakan kuesioner Liebowitz Social Anxiety Scale
    (LSAS). Aspek struktural diukur dengan menghitung penempatan dari gambar
    dan ukuran pohon, mahkota, dan batang. Aspek morfologi diukur dengan
    jumlah pohon yang digambar, adanya shading dan arsir, cabang di dalam
    pohon, dan lain-lain. Kelayakan dari aspek dikonfirmasi dengan menggunakan
    prosedur Confirmatory Factor Analysis (CF A). Aspek struktural dan morfologi
    dikorelasikan dengan hasil dari kuesioner LSAS.

    Partisipan dikategorisasikan kedalam kelompok Non-Anxiety Control
    (NAC), High Social Anxiety (HSA), dan Social Anxiety Disorder (SAD).
    Perbandingan post-hoc dari ANOVA memperlihatkan perbedaan secara
    signifikan antara kelompok. Posisi lebih jauh dari tepi at as dan kanan kertas,
    banyaknya cabang dalam mahkota, dan sedikitnya shading diluar pohon
    berkorelasi dengan tingginya tingkat kecemasan sosial. Simptom menghindar
    diindikasikan dengan menyempitnya ujung batang. Simptom takut
    diindikasikan dengan mengecilnya mahkota kiri atas.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi