<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55092">
 <titleInfo>
  <title>Pengelolaan lingkungan hidup sensitive based environmental management (GSBEM) di pedesaan Jawa Barat :</title>
  <subTitle>analisis ekologi politik kritis</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Alfa Budhitalia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>Pps Lingkungan Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>x, 168 hlm. ; il. ; 29 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sensitif gender merupakan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan &#13;
resiliensi alam-budaya melalui suatu mekanisme adaptif masyarakat berupa &#13;
pembagian peran, fungsi dan tanggung jawab antara perempuan dan laki-Iaki &#13;
dalam pengelolaan lingkungan hidupnya. Upaya ini menjadi pertahanan suatu &#13;
sistem sosioekologikal dalam menghadapi pennasalahan subordinasi dan &#13;
marjinalisasi yang merupakan fokus pennasalahan dari ekologi politik. &#13;
&#13;
Digunakannya paradigma kritis dalam penelitian ini, menyebabkan &#13;
pengkajian aspek politik menjadi lebih komprehensif dalam lingkup gender. Hal &#13;
tersebut penting untuk dilakukan dalam memahami kenyataan utama gender pada &#13;
masyarakat yang dikonstruksi secara sosiokultural dalam berbagai skala ruang dan &#13;
waktu sebagai suatu mekanisme adaptif masyarakat. Dimana dalam konstruksinya &#13;
tersebut terdapat konsekuensi untuk dapat mengakomodir semua kepentingan &#13;
masyarakat (perempuan dan laki-laki) dalam pengelolaan sumber daya dan &#13;
lingkungan hidupnya. Akomodasi kepentingan yang sensitif gender tidak &#13;
ditekankan pada keadilan gender namun pada kesetaraan gender. &#13;
&#13;
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan yang dimiliki oleh &#13;
masing-masing individu manusia Desa Cikurubuk merupakan pondasi dari &#13;
konstruksi sosiokultural kenyataan gender pada masyarakatnya. Pengetahuan &#13;
tersebut merupakan hasil intersectionality antara identitas indegeneity, ability/ &#13;
disability, kelas/ struktur sosial, umur dan sex/ jenis kelamin yang mempengaruhi &#13;
pemaknaan gender pada rnasing-masing individu manusianya. Pengetahuan &#13;
tentang makna gender inilah yang membuat masing-masing individu manusia &#13;
mampu menentukan identitas dirinya dalam masyarakatnya sehingga &#13;
mempengaruhi kekuatan negosiasi antar aktor perempuan dan laki-laki (gender &#13;
politics) dalam pengelolaan lingkungan hidupnya. &#13;
&#13;
Ditemukan pada kasus masyarakat Desa Cikurubuk bahwa pemaknaan &#13;
gender yang menjadi dasar pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup &#13;
dipengaruhi oleh identitas indegeneity sebesar 45% melalui pembagian tanggung &#13;
jawab sebagai konsekuensi atas dimilikinya local area belonging; identitas &#13;
ability/ disability sebesar 32% melalui pembagian kerja (peran dan fungsi) sebagai &#13;
konsekuensi atas dimilikinya kekuatan fisik, wawasan dan skill! keterampilan; &#13;
identitas kelas/ struktur sosial sebesar 12% melalui pembagian kontrol sebagai &#13;
konsekuensi atas dimilikinya properti/ hak kepemilikan sumber daya alam; dan &#13;
identitas umur sebesar 11 % melalui pembagian luasnya akses, intensitas aktivitas &#13;
dan alokasi waktu sebagai konsekuensi atas siklus produktivitas hidupnya.</note>
 <note type="statement of responsibility">Alfa Budhitalia</note>
 <subject authority="">
  <topic>Sensitif gender, resiliensi alam budaya, critical </topic>
 </subject>
 <classification>577 Alp r</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>577 Alp r/R.25.234.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007757</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.234.1)</sublocation>
    <shelfLocator>577 Alf p/R.25.234.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>55092</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-12 09:27:32</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-30 14:28:52</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>