<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="55088">
 <titleInfo>
  <title>Eksistensi partai politik lokal di Indonesia berdasarkan UUD 1945</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Armia</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>fakultas hukum Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>vii, 141 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Demokrasi menitikberatkan pada peran serta rakyat dalam pemerintahan. &#13;
&#13;
Salah satu pilar utama dalam demokrasi adalah adanya kebebasan berkumpul dan &#13;
mengeluarkan pendapat yang salah satunya dimanifestasikan melalui partai &#13;
politik. Partai politik juga merupakan sarana bagi rakyat untuk berpartisipasi &#13;
dalam pemerintahan. Landasan konstitusional terkait partai politik antara lain &#13;
diatur dalam Pasal 22E Ayat (3) UUD 1945 setelah perubahan yang menyatakan &#13;
&quot;Peserta pemilihan umum untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan &#13;
anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah partai politik&quot;. Akan tetapi, di &#13;
dalam konstitusi tidak terdapat penjelasan lebih lanjut mengenai sifat partai politik &#13;
apakah harus bersifat nasional atau dapat pula bersifat lokal. Dalam tataran yuridis &#13;
dan praktek muncul partai politik lokal yang dapat berpartisipasi langsung dalam &#13;
beberapa pemilihan umum terakhir di Indonesia. Namun sejauh ini eksistensi &#13;
partai politik lokal tersebut hanya berlaku di provinsi Aceh. Penelitian ini &#13;
bertujuan untuk menganalisis tinjauan Undang-Undang Dasar 1945 terhadap &#13;
eksistensi partai politik lokal serta untuk menganalisis peluang eksistensi partai &#13;
politik lokal untuk seluruh provinsi di Indonesia. &#13;
&#13;
Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan bersifat &#13;
deskriptif. Pendekatan yuridis normatif digunakan untuk menganalisis kaidah­ &#13;
kaidah hukum yang berkaitan erat dengan masalah yang diteliti dengan teori yang &#13;
digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini sepenuhnya menggunakan data &#13;
sekunder (bahan kepustakaan) baik yang bersumber dari bahan hukum primer, &#13;
sekunder, dan tersier yang kemudian dianalisis untuk menarik suatu kesimpulan. &#13;
&#13;
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1. Eksistensi partai &#13;
politik lokal mempunyai landasan konstitusional berdasarkan ketentuan Pasal 28 &#13;
dan Pasal 28E Ayat (3) UUD 1945 yang menjamin kebebasan berserikat dan &#13;
berkumpul serta ketentuan Pasal 23E Ayat (3) UUD 1945 yang tidak membatasi &#13;
partai politik harus bersifat nasional. 2. Landasan konstitusional juga memberikan &#13;
peluang bagi eksistensi partai politik lokal untuk seluruh provinsi di Indonesia. &#13;
Hal ini mengingat bahwa eksistensi partai politik lokal di Provinsi Aceh bukan &#13;
merupakan bagian dari keistimewaan Aceh. Eksistensi partai politik lokal di &#13;
Provinsi Aceh tidak didasarkan pada norma yuridis yang berdasarkan pada &#13;
ketentuan konstitusional Pasal 18B Ayat (1) UUD 1945 mengenai satuan-satuan &#13;
pemerintahan daerah yang bersifat khusus atau istimewa maupun ketentuan &#13;
Undang-Undang Nomor 44 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Keistimewaan &#13;
Provinsi Daerah Istimewa Aceh, melainkan didasarkan pada norma yuridis &#13;
berdasarkan ketentuan konstitusional Pasal 28 dan Pasal 28E Ayat (3) UUD 1945 &#13;
yang menjamin kebebasan berserikat dan berkumpul yang berlaku untuk seluruh &#13;
warga negara Indonesia. Dengan demikian, supaya terdapatnya perlakuan yang &#13;
sama di depan hukum dan pemerintahan sebagaimana dijamin oleh Pasal 28D &#13;
Ayat (1) dan Ayat (3) UUD 1945, maka harus dibuka peluang bagi eksistensi &#13;
partai politik lokal untuk seluruh provinsi di Indonesia. &#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility">Armia</note>
 <subject authority="">
  <topic>Eksistensi, Partai Politik Lokal, Konstitusional, </topic>
 </subject>
 <classification>342 Arm e</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>342 Arm e/R.11.21.3</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007760</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.11.21.3)</sublocation>
    <shelfLocator>342 Arm e/R.11.21.3</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>55088</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-12 09:05:41</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-31 08:20:35</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>