Detail Cantuman

Image of Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Wound Dehiscence Pada Pasien Post Laparatomi Di RSUP DR Hasan Sadikin Bandung

Text  

Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Wound Dehiscence Pada Pasien Post Laparatomi Di RSUP DR Hasan Sadikin Bandung


Wound dehiscence merupakan komplikasi luka operasi yang paling serius
setelah pembedahan mayor abdomen dengan tingkat morbiditas dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010030007751610.736 Tit a/R.22.276.1Perpustakaan Pusat (REF.22.276.1)Tersedia
  • Perpustakaan
    Perpustakaan Pusat
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.736 Tit a/R.22.276.1
    Penerbit Fakultas Keperawatan Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiii, 73 hlm,;ill,; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.736
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    Referensi
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Wound dehiscence merupakan komplikasi luka operasi yang paling serius
    setelah pembedahan mayor abdomen dengan tingkat morbiditas dan mortalitas
    yang tinggi, dan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dampak yang ditimbulkan dari
    komplikasi wound dehiscence diantaranya stress, eviserasi, reoperasi, gangguan
    body image, meningkatnya lama rawat dan biaya rawat,: menurunkan kualitas
    hidup pasien serta kematian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
    faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian wound dehiscence pada pasien
    dewasa post laparatomi di RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung.

    Penelitian ini adalah analitik korelasi dengan rancangan cross sectional.

    Sampel yang digunakan berjumlah 40 orang yang diambil dengan menggunakan
    consecutive sampling. Metoda pengumpulan data dengan cara wawancara,
    observasi dan studi dokumentasi dengan menggunakan lembar observasi. Uji
    normalitas menggunakan Shapiro-Wilk. Analisis univariat menggunakan
    distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square.

    Hasil Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kejadian wound
    dehiscence terjadi ketika perawatan di rumah (58,3%). Hasil analisis bivariat
    menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara infeksi luka operasi
    (p=0,0001), operasi emergensi (p= 0,020), hipoalbumin (p=0,037), anemia
    (p=0,028), status nutrisi (0,010), dan adanya penyakit penyerta (p= 0,008) dengan
    kejadian wound dehiscence, serta tidak ada hubungan yang signifikan ana tar
    faktor usia (p= 0,581) dan jenis kelamin (p=0,604) dengan kejadian wound
    dehiscence.

    Dapat disimpulkan bahwa wound dehiscence merupakan masalah yang
    kompleks. Semakin banyak jumlah faktor risiko yang dimiliki pasien akan
    semakin besar risiko mengalami wound dehiscence. Sehingga penting bagi
    perawat untuk mengidentifikasi potensial faktor risiko wound dehiscence pada
    pasien yang dilakukan operasi laparatomi dan segera melakukan intervensi yang
    diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi wound dehiscence diantaranya
    dengan melakukan perawatan perioperatif, intraoperatif, pasca operasi serta
    pendidikan kesehatan mengenai perawatan luka dan pentingnya asupan nutrisi
    untuk proses penyembuhan luka
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi