Text
Estimasi tingkat pengeluaran perkapita pada area kecil menggunakan model M-Quantile geographically weighted regression
Estimasi Tingkat Pengeluaran Perkapita Pada Area
Keeil Menggunakan Model M-Quantile
Geographically Weighted Regression (MQGWR)
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan 010030007738 310 Muh e/R.14.2.2 Perpustakaan Pusat (REF.14.2.2) Tersedia -
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri -No. Panggil 310 Muh e/R.14.2.2Penerbit Fakultas MIPA UNPAD : Bandung., 2017 Deskripsi Fisik xii, 77 hlm. ; il. ; 29 cm.Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 310 Muh eTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab Muhamad Sukin -
Estimasi Tingkat Pengeluaran Perkapita Pada Area
Keeil Menggunakan Model M-Quantile
Geographically Weighted Regression (MQGWR)
1. Judul Tesis
2. Subjek
1. Small Area Estimation
2. Tingkat Pengeluaran Perkapita
3. Regresi Robust
4. Poverty Mapping
3. Abstrak
Kemiskinan sampai saat ini merupakan masalah kompleks yang dihadapi oleh
banyak negara berkembang, termasuk di Indonesia. Tenggara Timur selain sebagai
salah satu provinsi kepulauan terbesar di Indonesia, juga merupakan salah satu
provinsi dengan tingkat kemiskinan tertinggi.
Dalam pereneanaan penanggulangan kemiskinan, data yang berkualitas tentunya
sangat penting. Sensus yang dilaksanakan di sebagian besar negara berkembang,
tidak mengumpulkan data pendapatan atau informasi pengeluaran hingga ke level
daerah yang keeil, sehingga angka estimasi biasanya tidak tersedia seeara lengkap.
Bank Dunia bersama dengan Elbers, Lanjouw, dan Lanjouw mengupayakan
metode untuk menghasilkan angka kemiskinan dan ketidaksetaraan untuk estimasi
daerah lingkup keeil, yang kemudian disebut metode ELL di mana aturan imputasi,
diperkirakan dari survei rumah tangga, digunakan untuk menghitung perkiraanÂ
daerah keeil dari data sensus. Namun, metode ELL telah banyak dikritik karena
adanya keharusan memenuhi asumsi mengikuti distribusi tertentu, variabilitas antar
daerah diabaikan dalam perhitungan estimasi kemiskinan daerah keeil dan juga
nilai Means Square Error (MSE) yang besar.
Fenomena keeenderungan muneulnya nilai ekstrem (outlier), tentunya
menyebabkan analisis regresi klasik, seperti pada metode ELL kurang sesuai jika
diterapkan pada analisis poverty mapping di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Adanya kendala tersebut, perlu adanya altematif analisis misalnya dengan
menggunakan model M-Quantile Geographically Weighted Regression
. (MQGWR). Model ini merupakan pendekatan baru untuk estimasi daerah keeil
yang didasarkan pada pemodelan regresi M-quantile yang tidak mengharuskan
adanya asumsi kenormalan pada sebaran datanya, mengakomodasi adanya
heterogenitas spasial dan bersifat tidak mempermasalahkan adanya data ekstrem
(bersifat robust).
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






