<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="54980">
 <titleInfo>
  <title>Kelembagaan badan investigasi kecelakaan pesawat udara di Indonesia menurut konvensi Chicago 1944</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Nur Agustin Windusari</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Bandung</placeTerm>
   <publisher>fakultas hukum Unpad</publisher>
   <dateIssued>2017</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>xv, 173 hlm. ; il. ; 29 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>KELEMBAGAAN BADAN,INVESTIGASI KECELAKAAN PESA WAT &#13;
UDARA DI INDONESIA MENURUT KONVENSI CHICAGO 1944 &#13;
&#13;
Abstrak &#13;
&#13;
Investigasi Kecelakaan dan insiden pesawat udara merupakan faktor penting &#13;
dalam mewujudkan keselamatan penerbangan. Setiap kejadian kecelakaan &#13;
maupun insiden serius pesawat udara perlu untuk dilakukan investigasi dalam &#13;
upaya untuk mengetahui penyebab-penyebab mengapa kejadian tersebut terjadi. &#13;
Tujuannya adalah untuk mencegah agar kecelakaan dengan sebab yang sama tidak &#13;
terjadi lagi di masa depan. Annex 13 Konvensi Chicago merupakan standar yang &#13;
dikeluarkan oleh ICAO untuk menyeragamkan tata cara pelaksanaan investigasi &#13;
di setiap negara anggotanya. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis &#13;
kesesuaian pengaturan kelembagaan Badan Investigasi di Indonesia yaitu Komite &#13;
Nasional Keselamatan Transportasi dengan ketentuan Annex 13 Konvensi &#13;
Chicago tentang Aircraft Accident and Incident Investigation. &#13;
&#13;
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini dengan pendekatan yuridis &#13;
normatif dengan menggunakan data sekunder berkaitan dengan objek penelitian. &#13;
Spesifikasi penelitian yang dipakai adalah deskriptif analisis dengan melakukan &#13;
pendekatan terhadap peraturan perundang-undangan, konseptual dan &#13;
perbandingan, sehingga jawaban yang ditemukan akan disimpulkan secara &#13;
normatif kualitatif. &#13;
&#13;
Kesimpulan yang diperoleh setelah dilakukan analisis-analisis adalah, Indonesia &#13;
sebagai negara anggota ICAO memiliki tanggungjawab untuk menyesuaikan &#13;
aturan-aturan terkait investigasi kecelakaan dan insiden pesawat udara dengan &#13;
annex 13 Konvensi Chicago yang salah satu elemen pentingnya adalah menuntut &#13;
independensi dari pelaksananaan investigasi tersebut. Secara garis besar Indonesia &#13;
telah memenuhi ketentuan dalam Annex 13 Konvensi Chicago, namun beberapa &#13;
hal penting harus dilakukan perbaikan yaitu diantaranya adalah memisahkan &#13;
&#13;
. Komite Nasional Keselamatan Transportasi dari otoritas yang menangani &#13;
penerbangan sipil dan merevisi pengaturan Investigasi Kecelakaan dan Insiden &#13;
Pesawat Udara dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang &#13;
Penerbangan.</note>
 <note type="statement of responsibility">Nur Agustin Windusari</note>
 <subject authority="">
  <topic>Badan investigasi, kecelakaan, pesawat udara, Konv</topic>
 </subject>
 <classification>341 Nur k</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
  <shelfLocator>341 Nur k/R.11.21.1</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">010030007722</numerationAndChronology>
    <sublocation>Perpustakaan Pusat (REF.11.21.1)</sublocation>
    <shelfLocator>341 Nur k/R.11.21.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>20%252Fscan0001.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>54980</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-10-09 16:22:04</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-10-31 08:31:16</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>