Text
Tempo No. 6, 3-9 April 2017
1. Lembaga antirasuah terbelah. Kondisi internal KPK sedang memanas. Sikap para pemimpinannya dikabarkan terbelah antara yang menginginkan perekrutan ...
-
Tidak ada salinan data
-
Perpustakaan Perpustakaan PusatJudul Seri 1. KPK Gawat. 2. Kereta ringan kurang modal. 3. Wali KotaBekasi: Saya tak peduli disebut kafir.No. Panggil 72 Koleksi TerkiniPenerbit PT. Tempo Inti Media : Jakarta., 2017 Deskripsi Fisik 106 hlm,; 27,5 cmBahasa IndonesiaISBN/ISSN 01264273Klasifikasi Koleksi TerkiniTipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi No. 6, 3-9 April 2017Subyek Info Detil Spesifik Koleksi TerkiniPernyataan Tanggungjawab Tempo -
1. Lembaga antirasuah terbelah. Kondisi internal KPK sedang memanas. Sikap para pemimpinannya dikabarkan terbelah antara yang menginginkan perekrutan penyidik senior polisi berpangkat komisaris besar untuk jabatan ketua satuan tugas dan yang meminta posisi itu diisi penyidik karier nonpolisi.
2. Dana cekak proyek kereta ringan. Akibat penerimaan negara yang seret, sejumlah proyek prioritas Presiden Joko Widodo terancam mangkrak. salah satunya proyek Light raill transit (LRT) atau kereta ringan yang bakal menghubungkan Jakrta, Bogor, Depok dan Bekasi.
3. Wali Kota Bekasi bicara toleransi. Keputusan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mempertahankan izin Gereja Santa Clara menimbulkan kontroversi. Ia dipuji sekaligus dicaci. Rahmat memilih membela hak berkeyakinan sebagian kecil warganya meski dengan sederet risiko termasuk kehilangan jabatan. -
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






