<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="50734">
 <titleInfo>
  <title>Tempo No. 24, 8-14 Agustus 2016</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Tempo</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Director</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>PT. Tempo Inti Media</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>106 hlm,; 27,5 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <relatedItem type="series">
  <titleInfo/>
  <title>1. Membungkam Freddy Budiman.&#13;
2. Tanjungbalai mengapa rusuh.&#13;
3. Lukisan Istanago Public.</title>
 </relatedItem>
</mods>
<note>1. Sebuah testimoni sebelum eksekusi. Cerita terpidana mati Freddy Budiman kepada Koordinator Kontras Haris Azhar berbuntut panjang. Kepada Haris, gembong narkotik itu menceritakan keterlibatan aparat dalam perdagangan barang haram tersebut. Belakangan tiga Lembaga yang diduga terlibat yakni TNI, Polisi dan BNN, melaporkan Haris ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama.&#13;
2. Malam mencekam di tepi Asahan. Kerusuhan terjadi di tanjungbalai Sumatra Utara pada Jumat hingga sabtu dua pekan lalu. ratusan orang membakar dan merusak sejumlah vihara dan kelenteng di kota yang terletak ditepi sungai asahan itu. Protes dari seorang warga Tionghoa terhadap bunyi azan dari pengeras suara masjid disebut-sebut sebagai pemicunya.&#13;
3. Mengakhiri Pemingitan karya seni. Sebanyak 28 lukisan koleksi istana kepresidenan dipamerkan kepada masyarakat. Inilah pertama kalinya istana membuka pintu lebar-lebar agar publik dapat menikmati lukisan-lukisan peninggalan mendiang presiden Sukarno. Lukisan yang dipamerkan antaralain karya Raden saleh, Affandi, Henk Ngantung dan Sukarno.</note>
<note type="statement of responsibility">Tempo</note>
<subject authority="">
 <topic>Sosial Politik</topic>
</subject>
<classification>Koleksi Terkini</classification>
<identifier type="isbn">01264273</identifier>
<location>
 <physicalLocation>Perpustakaan Universitas Padjadjaran Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi</physicalLocation>
 <shelfLocator>Koleksi Terkini No. 72</shelfLocator>
</location>
<slims:image>3999.jpg.jpg</slims:image>
<recordInfo>
 <recordIdentifier>50734</recordIdentifier>
 <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-05-31 11:24:18</recordCreationDate>
 <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-05-31 11:25:45</recordChangeDate>
 <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
</recordInfo>
</modsCollection>